PARIGI MOUTONG, moderatnews.id – Suasana SDN Toboli, Kecamatan Parigi Utara, tampak semarak, Sabtu (14/2/2026). Ratusan siswa menyambut antusias kedatangan tim Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) dalam penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berbeda dari biasanya, pembagian makanan sehat kali ini menghadirkan badut berkarakter kartun yang digemari anak-anak. Konsep tersebut menjadi inovasi untuk menciptakan suasana gembira sekaligus memberikan pengalaman berbeda saat siswa menerima menu bergizi di sekolah.
Kepala SDN Toboli, Vivin Elfitriyah, mengapresiasi pendekatan kreatif yang dilakukan SPPG MBG wilayah Parigi Utara. “Ini luar biasa bagi kami. Baru pertama kali anak-anak mendapat kunjungan dengan badut seperti ini. Mereka sangat senang dan menyambut baik kejutan tersebut,” ujar Vivin.
Ia menilai, program MBG tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga membantu meringankan beban orang tua. Dengan adanya makan gratis di sekolah, orang tua tidak lagi terburu-buru menyiapkan bekal, yang kerap menjadi salah satu penyebab keterlambatan siswa.
“Program ini membantu orang tua dan membuat anak-anak lebih fokus belajar serta mengembangkan minat dan bakat mereka tanpa terhambat persoalan sarapan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Mashudin, guru olahraga SDN 1 Toboli. Menurutnya, program MBG berdampak positif terhadap semangat dan konsentrasi belajar siswa.
“Sebanyak 184 siswa sangat antusias. Menu yang dibagikan juga disukai anak-anak, sejauh ini tidak ada keluhan,” katanya.
Sementara itu, Rini Pasau selaku penyedia dapur CV Ameenaku Sayang menjelaskan, ide menghadirkan badut terinspirasi dari kegemaran anak-anak terhadap film kartun.
Selain menciptakan suasana ceria, inovasi tersebut juga menjadi strategi membangun kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program.
“Kami ingin anak-anak merasa senang saat menerima makanan. Ini inovasi kami agar mereka lebih bersemangat. Terbukti, respons siswa sangat positif,” ujarnya.
Hingga kini, penyaluran MBG di wilayah Parigi Utara dilaporkan berjalan lancar dengan standar gizi terjaga dan tanpa temuan kendala terkait kualitas makanan.
Laporan: Deni
