PARIGI MOUTONG, moderatnews..id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di SDN Toboli dan SD Inpres Toboli membawa dampak positif yang signifikan bagi lingkungan sekolah. Kehadiran program ini disambut dengan antusiasme tinggi, baik oleh tenaga pendidik maupun para siswa yang menjadi penerima manfaat.
Melalui pengelolaan yang terukur, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak didik secara berkelanjutan.
Penyediaan makanan dalam program ini dikelola secara profesional oleh Dapur CV. Ameenaku Sayang. Pihak sekolah menilai bahwa menu yang disajikan telah memenuhi standar gizi yang ketat, yang sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak-anak pada usia sekolah dasar.
Hal ini menjadi jaminan kualitas bagi pihak sekolah dalam menjalankan mandat pendidikan kesehatan bagi siswa. Kepala SDN Toboli, Vivin Elfitriyah, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi tim dapur dalam menjaga konsistensi mutu makanan.
Menurutnya, standar gizi yang dihadirkan memberikan rasa aman bagi pihak sekolah. Dengan asupan yang terjamin, anak-anak diharapkan memiliki energi yang cukup untuk mengikuti aktivitas belajar mengajar dengan lebih fokus dan maksimal, kata ViVin. Sabtu (14/2/2026).
Selain dari aspek kesehatan, Vivin Elfitriyah juga menyoroti dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh wali murid. Kehadiran MBG ini diakui sangat membantu orang tua siswa dalam mengurangi beban pengeluaran harian.
Salah satu manfaat yang paling terasa adalah berkurangnya alokasi uang jajan siswa karena kebutuhan makan siang mereka sudah terpenuhi di sekolah.
Senada dengan hal tersebut, di SD Inpres 1 Toboli, guru Mashudin juga mengamati perubahan positif pada pola konsumsi siswa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan secara rutin, para siswa tidak lagi bergantung pada jajanan sembarangan yang belum tentu terjamin kebersihannya.
Hal ini menciptakan budaya makan yang lebih sehat dan tertib di lingkungan sekolah selama jam istirahat.
Dapur CV. Ameenaku Sayang juga memberikan nilai tambah melalui pendekatan yang kreatif saat membagikan makanan.
Penggunaan maskot atau karakter kartun (badut) dalam proses distribusi membuat suasana makan siang menjadi lebih menyenangkan bagi anak-anak. Cara ini terbukti efektif dalam meningkatkan nafsu makan dan membuat siswa lebih bersemangat untuk menyantap menu sehat yang telah disediakan.
Bagi sekolah yang menerapkan sistem full day, keberadaan MBG ini merupakan dukungan krusial bagi kelancaran proses pembelajaran. Guru-guru merasa terbantu karena anak didik tidak perlu lagi keluar lingkungan sekolah untuk mencari makan siang.
Hal ini meminimalisir risiko keamanan serta memastikan waktu istirahat siswa digunakan secara efektif untuk makan dan beristirahat sejenak sebelum memulai sesi kelas berikutnya.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara sekolah dan penyedia layanan MBG ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi emas yang sehat dan cerdas. Program ini tidak hanya sekadar memberikan makan, tetapi juga mengedukasi siswa tentang pentingnya gizi seimbang serta memberikan keringanan finansial bagi masyarakat di sekitar wilayah Toboli.
Laporan : Deni
