banner 728x250

Perkuat Mitigasi Bencana, Bupati Parimo Kukuhkan KSB dan Lumbung Sosial di Torue

Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase memimpin apel pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kecamatan Torue sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana melalui pengukuhan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan penyediaan Lumbung Sosial di Kecamatan Torue.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan apel pengukuhan, simulasi uji Standard Operating Procedure (SOP) penanganan bencana, serta penyerahan bantuan secara simbolis dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, dalam kegiatan itu menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun secara bersama-sama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, relawan, serta seluruh unsur terkait.

Erwin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI atas dukungan terhadap penguatan kapasitas kebencanaan di Parigi Moutong. Menurutnya, program KSB dan Lumbung Sosial menjadi bagian penting dalam mempercepat respons ketika terjadi bencana.

“Alhamdulillah, usulan yang kita kawal bersama kementerian akhirnya terwujud. Parigi Moutong menjadi salah satu dari tiga daerah di Sulawesi Tengah yang dipercaya mendapat program ini,” ujar Erwin.

Menurut Erwin, kondisi geografis dan luas wilayah Parigi Moutong membuat daerah tersebut memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana, mulai dari banjir, tanah longsor hingga gempa bumi.

Karena itu, penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mengambil langkah awal secara mandiri sebelum bantuan pemerintah tiba.

Salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut adalah simulasi penanganan korban bencana. Dalam simulasi, para relawan memperagakan proses evakuasi dan pertolongan terhadap korban yang mengalami kondisi darurat.

Peserta terlihat bekerja secara terkoordinasi, mulai dari melakukan pemeriksaan awal, mengevakuasi korban menggunakan tandu hingga memindahkannya ke lokasi yang lebih aman.

Simulasi tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapan anggota KSB sekaligus memperkenalkan prosedur penanganan keadaan darurat kepada masyarakat.

KSB diharapkan mampu menjadi ujung tombak di tingkat desa dalam membangun budaya sadar bencana, terutama melalui edukasi, penyebaran informasi peringatan dini dan pelaksanaan evakuasi secara cepat.

Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan prioritas saat terjadi keadaan darurat.

Usai kegiatan, Erwin juga menyoroti kebutuhan sarana dan prasarana pendukung bagi Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Parigi Moutong. Ia memastikan pemerintah daerah akan mendorong penambahan peralatan sebagai bagian dari penguatan kapasitas penanganan bencana.

“Langkah penambahan alat itu pasti. Itu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan penting. Daerah kita adalah daerah rawan bencana. Kita tidak menginginkan bencana terjadi, tetapi jika datang, tentu kita harus siap, terutama dari sisi peralatan dasar,” tegasnya.

Erwin mengatakan penguatan program KSB akan terus didorong agar tidak hanya terpusat di Torue. Pemerintah daerah juga akan mengupayakan pembentukan KSB di kecamatan lain yang memiliki tingkat kerawanan bencana.

Ia menambahkan, koordinasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, perangkat daerah, relawan dan masyarakat harus terus diperkuat. Dengan terbentuknya KSB dan dukungan Lumbung Sosial, pemerintah berharap masyarakat Parigi Moutong semakin tanggap menghadapi bencana, sekaligus mampu mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi, pungkas bupati.

Deni

Total Views: 359

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *