banner 728x250

Banjir Terjang Avolua, 14 Rumah Rusak, 55 Terendam, 12 KK Mengungsi

Kondisi rumah warga di Desa Avolua yang terdampak banjir dan material lumpur, kayu, serta batu, Rabu (26/8/2026). Foto : Istimewah

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Banjir yang membawa material lumpur, batu, dan batang kayu menerjang Dusun II, Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Banjir tersebut menyebabkan 14 rumah warga mengalami kerusakan, sementara 55 rumah lainnya terendam banjir. Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.

Data sementara di lapangan menyebutkan, di Dusun II Desa Avolua terdapat sekitar 42 kepala keluarga (KK). Sementara di kawasan Perumahan Nelayan tercatat sekitar 40 KK. Dari kejadian tersebut, sebanyak 12 KK dilaporkan mengungsi.

Selain berdampak terhadap permukiman warga, banjir juga membawa lumpur, batu, dan batang kayu hingga menutup sebagian badan Jalan Trans Sulawesi. Material tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas hingga sekitar satu kilometer.

Sekitar pukul 04.00 WITA, masyarakat bersama personel Polsubsektor Parigi Utara mulai melakukan pembersihan badan jalan menggunakan peralatan seadanya. Arus lalu lintas kemudian diberlakukan secara bergantian dengan sistem satu arah agar kendaraan tetap dapat melintas.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WITA untuk melakukan pendataan dampak bencana.

Selanjutnya, sekitar pukul 07.20 WITA, alat berat jenis loader tiba di lokasi untuk membantu membersihkan material batu, kayu, dan lumpur yang menutupi badan jalan.

Hingga pagi ini, proses pembersihan masih terus dilakukan. Personel TNI-Polri, BPBD Kabupaten Parigi Moutong, pemerintah desa, serta masyarakat secara bersama-sama masih melakukan pembersihan material lumpur, batu, dan kayu yang terbawa banjir.

Petugas juga terus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi, mengingat sebagian badan Jalan Trans Sulawesi masih terdampak material banjir dan proses pembersihan menggunakan alat berat masih berlangsung.

Gotong royong tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan akses jalan sekaligus membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan yang terdampak lumpur.

Banjir diduga dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa jam sebelum kejadian. Air dari wilayah hulu kemudian membawa material tanah, batu, serta batang kayu menuju kawasan permukiman dan badan jalan.

Dengan kondisi cuaca yang masih perlu diwaspadai, warga di kawasan terdampak diminta tetap berhati-hati dan segera mencari tempat aman apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, pendataan jumlah kerusakan dan kerugian materiil masih dilakukan oleh pemerintah desa bersama BPBD. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan penanganan dan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Hingga berita ini ditulis, TNI-Polri, BPBD, pemerintah desa dan warga masih berjibaku membersihkan material banjir, sementara petugas kepolisian tetap melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan pengguna Jalan Trans Sulawesi dapat melintas dengan aman.

Deni

Total Views: 641

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *