banner 728x250

2.000 Anak Kembali Bersekolah, Pemkab Parimo Gencarkan Penanganan ATS

Jalan santai dalam rangka kampanye Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah Tahun 2026 di Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (20/10/2026).

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kampanye Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah Tahun 2026. Kampanye tersebut dirangkaikan dengan kegiatan jalan santai pada Selasa (20/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mengembalikan anak-anak yang putus sekolah atau belum mengenyam pendidikan ke bangku sekolah.

Jalan santai tersebut dilepas oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, dan diikuti jajaran perangkat daerah, unsur pendidikan, serta peserta lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, mengungkapkan bahwa jumlah Anak Tidak Sekolah di wilayahnya sebelumnya tercatat mencapai 13.226 anak. Melalui berbagai upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah, hingga September 2026 sekitar 2.000 anak telah berhasil didorong untuk kembali bersekolah.

Capaian tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya memperluas akses pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan ATS masih membutuhkan kerja berkelanjutan, mengingat masih terdapat anak-anak yang menghadapi berbagai hambatan untuk memperoleh pendidikan.

Salah satu langkah yang terus didorong adalah pendataan secara by name by address atau berdasarkan nama dan alamat. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi anak-anak yang tidak bersekolah sekaligus menelusuri faktor penyebabnya, termasuk kendala ekonomi, jarak tempat tinggal, dan keterbatasan akses pendidikan, terutama di wilayah terpencil.

Selain pendataan dan penelusuran penyebab, pemerintah daerah juga mengupayakan pembangunan sekolah satu atap serta merencanakan penyediaan rumah singgah bagi anak-anak yang terkendala jarak dan akses menuju sekolah.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi hambatan yang selama ini membuat sebagian anak kesulitan melanjutkan pendidikan. Dengan dukungan sarana yang memadai dan keterlibatan masyarakat, upaya mengembalikan anak ke sekolah diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Melalui Gerakan Bersama Kembalikan Anak ke Sekolah Tahun 2026, Pemkab Parigi Moutong mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, tenaga pendidik, keluarga, hingga masyarakat, untuk berperan aktif memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan.

Upaya penanganan ATS tidak hanya berfokus pada mengembalikan anak ke bangku sekolah, tetapi juga memastikan mereka memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Sumber: Diskominfo Kabupaten Parigi Moutong

Total Views: 163

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *