PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Aksi pembacokan brutal terjadi di Dusun IV, Desa Malino, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong, Senin malam (25/5/2026). Seorang pria berinisial AR (26) diduga tega membacok adik kandungnya sendiri, JE (22), menggunakan parang hingga mengalami luka parah.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita di halaman rumah keluarga mereka dan sempat membuat warga sekitar panik.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, insiden bermula saat korban datang ke rumah untuk meminjam sepeda motor milik kakak perempuan mereka. Namun motor yang dicari ternyata tidak berada di lokasi.
Korban kemudian keluar rumah sambil melontarkan kata-kata kasar yang didengar pelaku. Diduga tersulut emosi, pelaku langsung mengambil parang lalu mengejar korban hingga terjatuh di halaman rumah.
Tanpa ampun, pelaku mengayunkan parang beberapa kali ke arah tubuh korban. Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian rusuk kiri, tulang kering kaki kiri, dan punggung kaki hingga mengalami pendarahan hebat.
Warga yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Ongka sekitar pukul 20.05 Wita. Karena kondisi luka cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RS Tombolotutu Tinombo untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Sementara itu, aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan situasi. Bhabinkamtibmas Desa Ongka bersama personel Polsek Bolano Lambunu berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebilah parang sekitar pukul 21.05 Wita.
Kapolsek Bolano Lambunu, Iptu Nyoman Jayus Mulyawan, mengatakan pihaknya masih mendalami motif lengkap penganiayaan tersebut.
“Personel langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Pelaku dan barang bukti sudah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
Ia juga mengimbau keluarga korban dan masyarakat agar tidak terpancing emosi serta menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak kepolisian.Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bacok yang cukup serius.
Laporan : Deni
