banner 728x250

Petani TOBASA Resah, Air Bendung Sausu Atas Diduga Terdampak Aktivitas di Hulu

Kondisi aliran air di Bendung Sausu Atas, Parigi Moutong, yang tampak keruh dan membawa material sedimen. Kondisi ini dikeluhkan petani yang memanfaatkan sumber air Sungai Sausu untuk mengairi lahan pertanian di tiga kecamatan. Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Kondisi air di Bendung Sausu Atas, Kabupaten Parigi Moutong, mengalami perubahan warna dalam beberapa waktu terakhir. Air yang biasanya jernih terkadang berubah menjadi keruh dan diduga dipengaruhi aliran dari wilayah hulu.

Bendung Sausu Atas merupakan bagian penting dari sistem irigasi yang melayani lahan pertanian di tiga kecamatan, yakni Tolai, Balinggi dan Sausu (TOBASA), dengan luas layanan fungsional mencapai sekitar 5.768 hektare.

Kondisi tersebut kini menjadi perhatian serius, terutama bagi para petani yang selama ini menggantungkan kebutuhan air pertanian dari sumber air Sungai Sausu.

Pengamat Pengairan Bendung Sausu, Ketut Nuraga, membenarkan adanya perubahan kondisi air tersebut saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Menurut Ketut, perubahan warna air biasanya terjadi sekitar dua hingga tiga hari dalam sepekan. Aliran yang mengalami perubahan tersebut diduga berasal dari sisi kanan bendung, khususnya dari arah Salubanga dan Sausu Trans.

“Biasanya kalau ada aktivitas di atas, air mengalami perubahan. Tetapi kami belum tahu persis apakah itu berasal dari aktivitas PETI atau aktivitas lainnya,” ujar Ketut.

Ia menjelaskan, kondisi air di Bendung Sausu Atas terkadang kembali jernih. Namun, pada waktu tertentu air kembali berubah menjadi keruh. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sumber air Sungai Sausu merupakan bagian penting dalam mendukung kebutuhan irigasi pertanian masyarakat di wilayah TOBASA.

Ketut mengatakan, pihak pengairan setiap hari meminta laporan dari petugas penjaga bendung untuk memantau kondisi air. Apabila ditemukan perubahan warna maupun kondisi air yang tidak biasa, petugas diminta segera melaporkannya.

“Setiap hari kami minta laporan dari petugas penjaga bendungan kalau ada perubahan warna air. Kalau terjadi perubahan, kami juga melakukan pengujian terhadap sampel air,” jelasnya.

Perubahan kondisi air tersebut dikeluhkan oleh petani yang menggunakan sumber air Sungai Sausu. Kekhawatiran muncul karena air dari sistem irigasi Bendung Sausu Atas menjadi salah satu kebutuhan utama untuk menjaga produktivitas lahan pertanian.

Dengan luas layanan fungsional sekitar 5.768 hektare, gangguan terhadap kualitas maupun kontinuitas air berpotensi memberikan dampak luas terhadap aktivitas pertanian masyarakat di tiga kecamatan.

Petani khawatir apabila air yang masuk ke jaringan irigasi membawa lumpur, sedimen atau material lainnya dalam jumlah tinggi, kondisi tersebut dapat mengganggu saluran irigasi maupun pertumbuhan tanaman.

Kondisi ini juga dikeluhkan oleh para petani yang selama ini menggunakan sumber air Sungai Sausu untuk kebutuhan pertanian. Mereka berharap persoalan perubahan kondisi air tersebut dapat segera ditelusuri dan mendapatkan penanganan serius.

Di tengah kekhawatiran tersebut, lembaga induk petani pemakai air, yang terdiri dari IP3A, GP3A dan P3A, disebut tengah mempertimbangkan langkah untuk menyampaikan pernyataan sikap kepada Bupati Parigi Moutong.

Pernyataan sikap tersebut direncanakan sebagai bentuk penyampaian aspirasi petani untuk meminta pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap seluruh aktivitas pertambangan yang dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap lahan pertanian dan tanaman petani di tiga kecamatan.

Para petani pada prinsipnya menginginkan sumber air Sungai Sausu tetap terjaga sehingga fungsi irigasi Bendung Sausu Atas dapat berjalan secara optimal dan kebutuhan air untuk ribuan hektare lahan pertanian tetap terpenuhi.

Namun demikian, terkait dugaan keterkaitan perubahan warna air dengan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), pihak pengairan menegaskan belum dapat memastikan penyebabnya.

Dugaan tersebut masih membutuhkan pemeriksaan, pengujian kualitas air, serta pembuktian lebih lanjut untuk mengetahui sumber material yang menyebabkan perubahan warna air.

Pihak pengelola Bendung Sausu Atas akan terus melakukan pemantauan kondisi air dan mengambil sampel apabila ditemukan perubahan. Langkah tersebut penting untuk mengetahui kualitas air secara lebih pasti sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampaknya terhadap jaringan irigasi dan lahan pertanian yang bergantung pada Sungai Sausu.

Bagi petani di wilayah TOBASA, keberlanjutan sumber air bukan hanya persoalan irigasi, tetapi menyangkut keberlangsungan tanaman, produktivitas sawah dan sumber penghidupan masyarakat.

Karena itu, aspirasi petani agar seluruh aktivitas di wilayah hulu yang berpotensi mengganggu kualitas sumber air mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Deni

Total Views: 569

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *