banner 728x250

Densus 88 Bergerak di Sulteng, 3 Terduga Teroris Ditangkap di Parimo dan Poso

Personel kepolisian berada di lokasi penangkapan dua terduga teroris di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Penangkapan dilakukan Densus 88 Antiteror Polri bersama Satbrimob Polda Sulteng pada Jumat (2/10/2026).

PALU, ModeratNews.id – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme di Sulawesi Tengah. Tiga orang tersebut diamankan dalam operasi di dua lokasi berbeda pada Jumat (2/10/2026).

Dua terduga ditangkap di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, sedangkan satu lainnya diamankan di wilayah Kabupaten Poso.

Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Achmad Muhaimin membenarkan adanya penangkapan tersebut. Konfirmasi disampaikan melalui keterangan tertulis pada Minggu (4/10/2026).

“Ya benar, pada Jumat (2/10/2026) kemarin ada penangkapan terhadap tiga terduga teroris di dua tempat berbeda,” kata Achmad Muhaimin. Menurut keterangan Polda Sulteng, dua terduga yang diamankan di Parigi Moutong masing-masing berinisial A dan CG, sementara satu terduga lainnya yang ditangkap di Poso berinisial S.

Dua Terduga Diamankan di Tomoli Utara. Penangkapan di Desa Tomoli Utara sempat menghebohkan warga setempat. Sekretaris Desa Tomoli Utara, Muhlis, membenarkan adanya penangkapan terhadap dua warga di wilayah tersebut.

Keduanya disebut telah menetap di Tomoli Utara sejak 2015. Dalam kesehariannya, kedua warga tersebut diketahui bekerja sebagai petani kakao. Muhlis menyebut keduanya cenderung tertutup dan tidak banyak berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Meski demikian, informasi mengenai peran maupun keterkaitan keduanya dengan jaringan terorisme tertentu masih menunggu hasil pendalaman aparat.

Densus 88 Masih Dalami Jaringan. Kombes Achmad Muhaimin menegaskan proses hukum terhadap ketiga terduga masih berada dalam tahap pendalaman oleh Densus 88 Antiteror Polri.

Tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap dugaan afiliasi jaringan, termasuk mengetahui lebih jauh peran masing-masing terduga.

Dengan demikian, belum ada keterangan resmi yang mengungkap jaringan terorisme tertentu yang diduga terkait dengan ketiga orang tersebut.

Polda Sulteng juga mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta tetap tenang serta ikut menjaga keamanan lingkungan.

Jika menemukan aktivitas atau orang yang mencurigakan, warga diminta segera menyampaikannya kepada aparat berwenang.

“Jika melihat orang yang mencurigakan dalam lingkungan sekitarnya agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib,” ungkap Achmad Muhaimin.

Sumber : Humas Polda Sulteng

Total Views: 380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *