PETI Mentawa Jadi Sorotan, Pengakuan Pendulang dan Dugaan Pemodal Dipertanyakan

Aktivitas pertambangan Torono Sausu menggunakan alat berat untuk mengeruk material. Foto : deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Dusun Mentawa, Desa Torono, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, kian menjadi sorotan. Selain penggunaan sejumlah alat berat, penelusuran media ini mengarah pada dugaan keterlibatan seorang oknum polisi yang disebut-sebut memiliki hubungan erat dengan aktivitas pertambangan di lokasi tersebut.

Informasi awal itu diperoleh dari keterangan seorang pendulang tradisional yang ditemui di lokasi. Ia menyebut adanya dugaan keterkaitan oknum polisi dengan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.

“Kalau di lokasi itu punya oknum polisi, Pak. Sama dengan yang di sebelah kami juga itu punya oknum polisi. Kita di sini hanya dapat dari mereka satu bucket untuk didulang,” ujar pendulang tersebut kepada media ini belum lama ini.

Keterangan tersebut menjadi petunjuk awal dalam penelusuran lebih lanjut. Informasi yang dihimpun media ini kemudian memunculkan dugaan bahwa oknum polisi yang dimaksud tidak terlibat secara terbuka dalam kegiatan di lapangan, melainkan diduga berperan di balik layar dengan mempercayakan pengelolaan operasional kepada pihak lain.

Namun, dugaan mengenai peran sebagai pemodal maupun pengendali aktivitas tersebut masih memerlukan pembuktian melalui keterangan dan penelusuran aliran dana, serta klarifikasi dari oknum yang di sebut.

Dua Kali Didatangi, Upaya Konfirmasi Belum Berhasil

Untuk menguji informasi yang berkembang sekaligus memberikan ruang bagi pihak yang disebut untuk menjelaskan posisinya, media ini telah berupaya menemui oknum polisi tersebut di dua lokasi berbeda.

Upaya pertama dilakukan di kediaman mertuanya di Desa Torono. Namun, media ini tidak berhasil bertemu langsung dengan yang bersangkutan. Pihak keluarga yang ditemui menyampaikan bahwa ia sedang berada di Kota Palu, jawab singkat keluarga.

Penelusuran kemudian berlanjut ke kediamannya di kawasan perumahan BTN, Kelurahan Maesa. Namun, upaya konfirmasi kembali belum membuahkan hasil. Di lokasi tersebut, awak media hanya bertemu dengan seorang asisten rumah tangga yang menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang berada di luar kota.

Dengan demikian, hingga berita ini disusun, media ini belum memperoleh keterangan langsung dari oknum polisi tersebut mengenai dugaan keterkaitannya dengan aktivitas PETI di Mentawa.

Dua kali upaya mendatangi kediaman yang bersangkutan belum menghasilkan konfirmasi. Meski demikian, kondisi tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa ia sengaja menghindari awak media ataupun membenarkan dugaan yang sedang ditelusuri.

Dugaan Pemodal dan Pengendali Harus Ditelusuri

Dalam perkara dugaan pertambangan ilegal, pemeriksaan semestinya tidak hanya berhenti pada pekerja atau operator alat berat yang berada di lokasi. Apabila terdapat bukti awal yang memadai, penelusuran juga perlu diarahkan kepada pihak yang diduga membiayai, mengatur, atau memperoleh keuntungan dari kegiatan tersebut.

Dugaan keterlibatan aparat penegak hukum membutuhkan perhatian serius karena menyangkut kepercayaan publik terhadap integritas institusi. Namun, penanganannya harus tetap berlandaskan bukti dan prosedur hukum, bukan semata-mata berdasarkan pengakuan satu pihak atau informasi yang belum terverifikasi secara independen.

Redaksi Buka Ruang Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum memperoleh konfirmasi langsung dari oknum polisi yang dimaksud mengenai dugaan keterkaitan dengan aktivitas PETI di Dusun Mentawa.

Redaksi ModeratNews.id membuka ruang seluas-luasnya bagi yang bersangkutan untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab, termasuk menjelaskan apakah memiliki hubungan kepemilikan, pembiayaan, atau pengendalian terhadap aktivitas pertambangan tersebut.

Deni

Total Views: 331
Exit mobile version