PARIGI MOUTONG, moderatnews.id – Kebakaran hebat menghanguskan satu unit bangunan kayu di lingkungan SD Advent Olobaru, Desa Olobaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (27/1/2026) siang. Bangunan tersebut difungsikan sebagai perpustakaan, laboratorium IPA, dan rumah guru.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 WITA. Piket Polsek Parigi menerima laporan warga terkait kobaran api yang membesar di area sekolah. Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang memimpin langsung enam personel menuju lokasi kejadian.
Sekitar pukul 14.10 WITA, aparat kepolisian tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersamaan dengan dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Parigi Moutong. Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh petugas pemadam kebakaran, personel kepolisian, guru, serta warga sekitar.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran bermula saat tiga siswa melakukan kegiatan pembersihan lingkungan sekolah. Salah seorang siswa membakar rumput dan daun kelapa kering. Daun kelapa yang masih menyala kemudian dibawa ke depan ruangan gudang yang juga difungsikan sebagai perpustakaan.
Api sempat dipadamkan menggunakan pasir, namun tidak sepenuhnya padam. Dalam kondisi masih menyala, daun kelapa tersebut dilempar ke dalam ruangan gudang/perpustakaan yang pintunya terbuka, dengan tujuan mengusir lebah. Api kemudian membesar karena di dalam ruangan terdapat banyak material mudah terbakar seperti buku, kertas, serta matras atau busa.
Para siswa panik dan berteriak meminta pertolongan. Guru dan warga sekitar segera berdatangan dan menghubungi pemadam kebakaran. Dua unit mobil damkar tiba sekitar pukul 14.30 WITA dan melakukan pemadaman secara maksimal. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.30 WITA, dan situasi dinyatakan aman serta kondusif.
Sekitar pukul 15.00 WITA, Tim Inafis Polres Parigi Moutong turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta memasang garis polisi (police line) guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Bangunan dan fasilitas yang terbakar meliputi satu unit bangunan kayu yang terdiri dari tiga ruangan, yakni ruang perpustakaan berisi buku pelajaran, lemari, dan matras, ruang laboratorium IPA beserta peralatan praktikum, serta rumah guru dalam kondisi kosong. Selain itu, satu unit tendon air berkapasitas sekitar 250 liter juga ikut terbakar.
Total kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta. Pihak kepolisian menduga kuat kebakaran dipicu oleh kelalaian saat pembakaran sampah dalam kegiatan pembersihan lingkungan sekolah. Struktur bangunan berbahan kayu serta banyaknya material mudah terbakar membuat api cepat menyebar.
Laporan: Deni
