PALU, Moderatnews.id – Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid melepas ekspor 27 ton durian beku oleh PT Amerta Nadi Agro Cemerlang di Sulawesi Tengah menegaskan bahwa daerah ini bukan pemain baru di pasar internasional, khususnya Tiongkok.
Ketua KADIN Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menegaskan bahwa ekspor tersebut bukan titik awal, melainkan simbol penguatan ekosistem durian yang telah terbentuk.
“Jangan hanya lihat 27 ton hari ini. Ini simbol, karena faktanya, durian Sulawesi Tengah sudah kurang lebih 4.000 ton beredar di pasar Tiongkok,” tegas Faradiba, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk durian asal Sulawesi Tengah telah diterima dan diakui di pasar global.
Ia menjelaskan, keberhasilan ekspor tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari kolaborasi berbagai perusahaan yang membangun jalur perdagangan Indonesia–Tiongkok.
Di Parigi Moutong, perusahaan yang terlibat antara lain PT Silvia Amerta Jaya, PT Sentra Pangan Sejahtera, dan PT Herofruit Sumber Sukses.
Sementara di Kota Palu terdapat PT Duco Food Indonesia, PT Gajah Agro Indonesia, serta PT Segar Jaya Mandiri. Adapun di Kabupaten Sigi, PT Amerta Nadi Agro Cemerlang menjadi bagian penting dalam rantai ekspor.
Faradiba menegaskan, momentum pelepasan ekspor ini merupakan bentuk konsolidasi kekuatan, bukan sekadar seremoni.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Badan Karantina, hingga pelaku usaha dalam menjaga keberlanjutan ekspor.
“Target kita bukan lagi puluhan ton, tetapi ratusan hingga ribuan ton secara konsisten. Ini saatnya Sulawesi Tengah melangkah lebih jauh dan memperkuat posisi di pasar dunia,” pungkasnya.
Laporan : Deni
