Parigi Moutong, moderatnews.id – Proyek pembangunan Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong dengan nilai kontrak Rp 13,2 miliar masih menyisakan banyak pekerjaan fisik meski waktu kontrak kian mendekati batas akhir.
Pantauan media ini di lokasi pekerjaan pada (23/11/2025). Menunjukkan bahwa sebagian besar struktur bangunan masih dalam tahap pengerjaan intensif, termasuk konstruksi dinding, plesteran, dan pemasangan rangka.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Kalukubula Sulteng berdasarkan kontrak bertanggal 11 Juni 2025 tersebut memiliki durasi pelaksanaan 195 hari kalender, yang berarti masa kerja akan berakhir pada 23 Desember 2025.
Namun, keadaan di lapangan memperlihatkan para pekerja masih berupaya mengejar ketertinggalan pekerjaan yang belum terselesaikan.
Pelaksana Enggan Memberikan Klarifikasi. Saat media mencoba meminta konfirmasi progres terkini dari pihak pelaksana, perwakilan kontraktor enggan memberikan penjelasan dan meminta agar seluruh informasi terkait progres disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Pekerjaan ini sudah kami serahkan ke PPK untuk menjelaskan,” ujarnya singkat ketika dimintai tanggapan.
Sikap tertutup pelaksana proyek ini menambah tanda tanya mengenai realisasi volume pekerjaan menjelang berakhirnya kontrak.
Data Progres dan klaim pelaksana vs laporan PPK, Sebelumnya, pada awal November, media ini sempat mempublikasikan laporan progres berdasarkan penjelasan pelaksana yang menyebut bahwa pekerjaan fisik telah mencapai 62 persen, sementara 38 persensisanya merupakan pengadaan material.
Pelaksana bahkan optimistis dapat menyelesaikan proyek sebelum batas akhir kontrak. “Kami optimis bisa tuntas bahkan sebelum kontrak berakhir,” kata Hidayat, pihak pelaksana saat itu.
Namun pernyataan tersebut berbeda dengan data resmi yang disampaikan PPK.
Berdasarkan laporan progres per 31 Oktober 2025, PPK menyatakan posisi capaian fisik justru masih berada pada kondisi minus 2 persen, kendati membaik dari minggu sebelumnya yang berada di angka minus 4 persen.
Perbedaan ini menunjukkan adanya ketidaksinkronan data antara pelaksana dan PPK terkait realisasi pekerjaan di lapangan.
Temuan Investigasi Terbaru: Volume Pekerjaan Masih Berat. Hasil investigasi lanjutan pada 23 November memperlihatkan bahwa:
• Struktur bangunan belum sepenuhnya tertutup.
• Pekerjaan plesteran, dinding bata, dan finishing lantai masih berlangsung di beberapa titik.
• Pekerjaan bagian luar bangunan dan interior masih jauh dari kategori finalisasi.
• Aktivitas pekerja tampak terfokus pada percepatan sisa volume pekerjaan.
•
Kondisi ini mengindikasikan bahwa proyek harus bekerja ekstra keras untuk mengejar sisa pekerjaan dalam waktu kurang dari satu bulan sebelum kontrak dinyatakan selesai.
Transparansi dan Pengawasan Menjadi Sorotan dan minimnya keterbukaan dari pihak pelaksana serta ketidaksesuaian data progres dengan kondisi aktual lapangan memunculkan kekhawatiran soal efektivitas pengawasan dan transparansi proyek.
Padahal, sebagai pembangunan fasilitas kesehatan yang dibiayai APBD (DAK Fisik) 2025, proyek ini memiliki dampak strategis bagi pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Parigi Moutong.
Media ini masih menunggu penjelasan resmi PPK terkait status progres terbaru serta langkah antisipatif jika pekerjaan tidak selesai tepat waktu.
Laporan : (Deni)
