PARIGI MOUTONG, moderatnews.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong mengungkapkan sejumlah langkah strategis dalam meningkatkan layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoa’e Moutong. Pembenahan dilakukan menyusul berbagai persoalan yang membayangi operasional rumah sakit sejak awal beroperasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Gede Widiadha, mengatakan pembangunan RSUD Buluye Napoa’e ditujukan untuk pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat wilayah Moutong.
Namun, dalam perjalanannya, rumah sakit menghadapi kendala serius, terutama terkait ketenagaan, akses pelayanan, serta pengelolaan anggaran.
“Harapan pemerintah untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat belum terwujud. Karena itu saya diminta pimpinan untuk memberikan pendampingan terhadap rumah sakit tersebut,” ujar Gede Widiadha, Rabu (10/12/2025).
Ia mengatakan. Dinas Kesehatan bersama Direktur RSUD Buluye Napoa’e, Kurnianty, melakukan sejumlah perbaikan internal yang mulai menunjukkan hasil. Gede Widiadha memaparkan beberapa capaian.
Kunjungan Pasien Naik Drastis. Sebelumnya, kunjungan pasien per tahun rata-rata sekitar 500. Saat ini kunjungan telah meningkat hingga lebih dari 2.000 dalam setahun.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Meningkat Tajam, Rata-rata PAD sebelumnya berada di kisaran Rp 500 juta. Hingga Oktober 2025, PAD rumah sakit tercatat Rp 1,5 miliar. Hingga akhir tahun, Dinkes menargetkan tembus lebih dari Rp 2 miliar, ungkapnya.
Lebih lanjutnya. Untuk tahun 2026, ditargetkan PAD dapat mencapai Rp 2,5 miliar, angka tertinggi sepanjang sejarah rumah sakit. Gede Widiadha menyampaikan apresiasi kepada jajaran manajemen dan tenaga kesehatan RSUD atas peningkatan tersebut.
Mengatasi persoalan kekurangan tenaga medis menjadi prioritas utama. Dinas Kesehatan telah melakukan penjajakan ke sejumlah daerah untuk pemenuhan dokter spesialis.
“Permasalahan SDM definitif seperti ahli anestesi, dokter bedah, dan spesialis anak masih menjadi tantangan. Kami berupaya memenuhinya,” jelas Widiadha.
Ia juga menambahkan upaya lainnya meliputi. Rekrutmen dan penempatan dokter spesialis, Program afirmasi untuk memberi kesempatan putra-putri Parigi Moutong melanjutkan pendidikan profesi hingga spesialis melalui skema kerja sama (MoU). Identifikasi kebutuhan alat penunjang, terutama mesin rontgen dan persediaan kantong darah, tambahnya.
Menurut Gede Widiadha, pembenahan manajemen juga dilakukan, mencakup perbaikan layanan, tata kelola keuangan, serta pembenahan lingkungan fisik rumah sakit.
“Ia menilai hubungan dengan unsur pemerintah kecamatan dan masyarakat Moutong semakin baik. Secara fisik sudah ada perubahan. Namun masih diperlukan pengembangan layanan dan perbaikan fasilitas,” ujarnya.
Dirinya berharap peningkatan kualitas layanan RSUD Buluye Napoa’e dapat mengurangi ketergantungan masyarakat Moutong terhadap rujukan ke Tinombo atau Parigi, sekaligus mengurangi beban rumah sakit kabupaten yang selama ini mengalami kelebihan pasien, harapnya.
Laporan : Deni
