PARIGI MOUTONG, moderatnews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parimo) terus mendorong pemerataan layanan pendidikan dengan memperluas akses listrik dan jaringan internet di sekolah-sekolah terpencil. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penyaluran bantuan internet berbasis satelit Starlink.
Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parimo, Ibrahim, mengatakan bantuan Starlink diperuntukkan bagi sekolah yang belum memiliki jaringan internet, khususnya di wilayah terpencil dan terisolir.
“Selain bantuan listrik dari PLN, Alhamdulillah kita juga mendapat dukungan akses internet melalui Starlink,” ujar Ibrahim, Minggu (8/2/2026).
Ia menjelaskan, bantuan Starlink tersebut bersumber dari dua skema, yakni bantuan langsung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta bantuan yang dianggarkan melalui Dikbud Parimo.
“Sekolah yang belum menerima Starlink dari kementerian, kita bantu melalui anggaran dinas. Ini memang disasar untuk sekolah-sekolah yang tidak punya akses internet,” jelasnya.
Menurut Ibrahim, hingga saat ini masih terdapat puluhan sekolah di Parimo yang belum terjangkau listrik maupun jaringan internet. Sekitar 40 sekolah di antaranya masuk kategori terisolir.
“Masih banyak sekolah yang belum mendapat akses listrik dan internet. Kira-kira ada 40-an sekolah yang kondisinya memang terisolir,” ungkapnya.
Ia mencontohkan kondisi di wilayah terpencil Kecamatan Sausu, di mana sebagian sekolah baru memperoleh akses listrik, sementara sekolah lainnya baru mendapatkan jaringan internet.
“Di Salubanga sudah ada listrik, tetapi ada sekolah lain seperti SD Menggalapi yang belum mendapatkan listrik, meskipun Starlink-nya sudah tersedia,” katanya.
Ibrahim berharap program penyediaan listrik dan internet untuk sekolah terpencil dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya secara aktif menyiapkan dan mengirimkan data kebutuhan sekolah kepada kementerian terkait.
“Harapannya program ini berlanjut. Tugas kami di daerah adalah menyiapkan data agar sekolah-sekolah yang belum terjangkau bisa segera mendapat bantuan,” pungkasnya.
Laporan : Deni
