banner 728x250

Rakor, PABKI Sulteng Siap Mendunia, Perkuat Organisasi dan Prestasi Internasional

Pengurus Pusat dan Pengurus Provinsi Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) mengikuti rapat koordinasi di Hotel Santika Palu, Senin (1/6/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan pengembangan olahraga lempar bilah dan kapak di Indonesia. Foto: Istimewa

PALU, Moderatnews.id – Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) Sulawesi Tengah menggelar Rapat Koordinasi Pengurus Pusat dan Pengurus Provinsi Sulawesi Tengah di Hotel Santika Palu, Senin (1/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmen PABKI untuk membawa olahraga lempar bilah dan kapak Indonesia menuju level kompetisi internasional.

Olahraga lempar bilah dan kapak yang awalnya berkembang dari komunitas penghobi kini telah bertransformasi menjadi cabang olahraga yang memiliki struktur organisasi, standar keselamatan, dan sistem kompetisi yang semakin matang.

Dalam pemaparannya, PABKI menegaskan bahwa perjalanan panjang olahraga ini dibangun melalui proses bertahap selama lebih dari satu dekade. Perkembangannya dimulai dari komunitas lempar pisau “D’Lempis” pada 2010 yang menjadi wadah bagi para penghobi untuk berlatih dan beraktivitas secara aman.

Pada 2017, komunitas dan klub-klub lokal kemudian bersatu membentuk Porlempika sebagai langkah awal dalam menyusun standar keselamatan dan aturan pertandingan yang lebih terstruktur.

Perjalanan tersebut berlanjut pada 2018 ketika digelar turnamen terbuka berskala internasional hasil kolaborasi bersama JKT dan Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia. Ajang itu menjadi tonggak penting yang memperkenalkan atlet-atlet Indonesia ke arena persaingan global.

Memasuki 2021, olahraga lempar bilah dan kapak memperoleh penguatan kelembagaan melalui pembentukan Lempiknas yang mempertegas statusnya sebagai cabang olahraga nasional dengan regulasi yang lebih jelas.

Kini, pada tahun 2026, PABKI memasuki fase konsolidasi global. Fokus organisasi diarahkan pada penguatan tata kelola yang profesional, peningkatan standar keselamatan, perluasan kepengurusan daerah, pembinaan atlet, serta persiapan menghadapi kompetisi internasional.

Dewan Pembina PABKI Sulawesi Tengah sekaligus Ketua PABKI Kabupaten Parigi Moutong, Dedi Askary, menyebut transformasi organisasi ini menjadi bukti bahwa sebuah komunitas yang tumbuh dari bawah dapat berkembang menjadi organisasi olahraga yang diakui secara nasional.

“Olahraga ini tumbuh secara organik dari bawah, kemudian berkembang melalui penguatan organisasi dan pembinaan berkelanjutan hingga mampu bersiap bersaing di panggung dunia,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan PABKI menunjukkan bahwa konsistensi, tata kelola yang baik, serta semangat kolaborasi menjadi kunci dalam mengubah sebuah hobi menjadi olahraga prestasi yang memiliki peluang besar mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Laporan: Deni

Total Views: 547

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *