Jelang Ramadan, Pemkab Parigi Moutong Gelar GPM di 11 Titik

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana, memberikan keterangan kepada awak media saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, moderatnews.id – Guna mengendalikan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 11 titik kecamatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam pengendalian harga pangan di tingkat desa melalui skema subsidi.

Dalam pelaksanaan kali ini, pemerintah menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Komoditas yang didistribusikan meliputi:

• Beras: Total 5 ton dengan kemasan 5 kg seharga Rp55.000.
• Minyak Goreng (Minyakita): 400 karton atau setara 1.250 bungkus.
• Gula Pasir: Sebanyak 5 ton.
• Telur Ayam: 750 rak.
• Bumbu Dapur: Cabai (rica), bawang merah (500 kg), dan bawang putih (500 kg).

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk berbelanja. Namun, stok barang yang kami siapkan memang menyesuaikan dengan kuota bantuan subsidi dari Pemerintah Daerah,” ujar Sofiana saat meninjau titik terakhir pelaksanaan GPM.

Sofiana mengakui adanya penyesuaian ketersediaan stok dibandingkan tahun sebelumnya karena faktor efisiensi anggaran subsidi. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa dampak GPM ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat di 11 desa yang tersebar di 11 kecamatan, termasuk Parigi Utara.

Sebagai contoh, di Desa Afualua, Parigi Utara, disediakan 250 paket murah yang berisi 2 kg minyak goreng dan 2 kg beras hanya dengan harga Rp55.000 per paket.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berencana kembali menggelar aksi serupa untuk menjangkau wilayah yang belum tersentuh.

“Insyaallah, kami akan berlanjut pada saat mendekati hari raya Idulfitri nanti. Gerakan Pangan Murah akan dilaksanakan lagi di beberapa kecamatan yang belum terjangkau pada tahap ini,” tutupnya.

Laporan : Deni

Total Views: 668