Chandra Walk Out! DPRD Parimo Disorot, Tokoh Pemekar Diabaikan

Anggota DPRD Parigi Moutong Chandra Setiawan melakukan aksi walk out saat sidang paripurna LKPJ, yang dilakukannya memicu perhatian publik terkait isu tokoh pemekaran yang dinilai mulai dilupakan. Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) diwarnai aksi interupsi dan protes keras dari salah satu anggotanya.

Dalam sidang tersebut, Chandra Setiawan, anggota DPRD Parimo, mendesak Pemerintah Daerah dan pimpinan dewan untuk memberikan penghormatan layak bagi tokoh-tokoh pemekar kabupaten serta melakukan pembenahan internal di tubuh legislatif.

Chandra menyampaikan usulan agar pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Parigi Moutong yang jatuh pada 10 April mendatang, pemerintah daerah memberikan penghargaan khusus kepada para tokoh pemekar.

Menurutnya, setelah 24 tahun berdirinya kabupaten, jasa sekitar 26 tokoh yang berjuang memekarkan daerah tersebut seolah terlupakan.

“Di usia Parimo yang hampir 24 tahun ini, hampir tidak pernah terpikirkan oleh kita di gedung perwakilan ini untuk memberikan penghargaan kepada mereka, para pejuang kabupaten.

Kami mengusulkan agar di hari istimewa nanti, mereka diundang dan ditempatkan secara khusus sebagai bentuk penghormatan,” ujar Chandra di hadapan Wakil Bupati dan pimpinan sidang.

Selain menyoroti soal penghargaan, Chandra juga melontarkan kritik tajam mengenai kondisi internal DPRD Parimo.

Ia menilai bahwa hasil rapat Paripurna yang merupakan produk hukum tertinggi di dewan sering kali didiskreditkan, baik oleh pihak luar maupun oleh anggota dewan sendiri secara personal.

Ia merasa ada upaya pelemahan institusi dari dalam yang menghambat efektivitas kerja legislatif. Atas dasar tersebut, ia mendesak pimpinan DPRD segera menggelar rapat internal bersama 40 anggota dewan serta para ketua fraksi dan alat kelengkapan dewan (AKD).

“Kami merasa heran, produk tertinggi kita terkadang didiskreditkan. Saya mendesak pimpinan untuk melaksanakan rapat internal guna memberikan penjelasan dan memperbaiki kondisi internal DPRD yang saat ini justru dilemahkan secara internal,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan atas tuntutannya, Chandra Setiawan memutuskan untuk melakukan aksi walk out (keluar ruangan) dari sidang Paripurna yang sedang berlangsung. Ia menyatakan tidak akan mengikuti jalannya sidang hingga pimpinan menjadwalkan rapat internal tersebut.

“Mohon izin, saya menyatakan out dari ruang paripurna ini sampai dengan rapat pimpinan diselenggarakan setelah hasil rapat paripurna ini,” pungkas Chandra sebelum meninggalkan ruangan.

Laporan : Deni

Total Views: 1304
Exit mobile version