Ekspor Raya Durian Sulteng ke Tiongkok Tembus Rp42,5 Miliar

Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Barantin melepas ekspor durian beku asal Sulawesi Tengah ke Tiongkok dengan nilai Rp42,5 miliar di Palu, Kamis (16/4/2026). Foto : Ridwan

PALU, Moderatnews.id – Balai Karantina Indonesia (Barantin) mencatat nilai pasar durian asal Sulawesi Tengah dalam kegiatan ekspor raya ke Tiongkok mencapai Rp42,5 miliar.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong Sulawesi Tengah sebagai salah satu daerah eksportir utama durian nasional.

“Ke depan, Sulteng harus konsisten menjaga kualitas dan kuantitas produksi agar mampu bersaing di pasar global,” ujarnya saat kegiatan ekspor raya di Palu, Kamis. (16/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, volume ekspor durian beku mencapai 459 ton atau setara 17 kontainer.
Secara kumulatif, sejak Januari hingga April 2026, Sulawesi Tengah telah mengirim 151 kontainer durian beku ke Tiongkok dengan nilai ekspor mencapai Rp377,5 miliar.

Barantin juga menegaskan pentingnya pengawalan ketat proses ekspor melalui pembentukan satuan tugas (satgas), guna memastikan kelancaran distribusi dan mencegah potensi gangguan.

Selain itu, pemerintah daerah didorong aktif dalam pembinaan petani, mulai dari praktik budidaya hingga sertifikasi kebun.

Barantin menargetkan ekspor durian Montong asal Sulteng pada 2026 mencapai 8.100 ton dengan nilai sekitar Rp750 miliar.

Permintaan durian di pasar Tiongkok sendiri sangat besar, mencapai 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp137 triliun per tahun. Indonesia dinilai memiliki peluang merebut 5–10 persen pangsa pasar tersebut.

Berdasarkan data BPS 2025, Sulawesi Tengah memiliki sekitar 3,7 juta pohon durian, dengan 1,2 juta pohon produktif. Total potensi produksi mencapai 95.140 ton, dengan sentra utama berada di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.

Laporan : Red

Total Views: 233