PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – DPRD Parigi Moutong akhirnya menyoroti kondisi memalukan di RSUD Anuntaloko. Wakil Ketua DPRD, Sayutin Budianto, blak blakan menyebut tata perencanaan rumah sakit itu bobrok dan jauh dari kata layak.
Alih-alih membenahi, rehabilitasi fasilitas justru dinilai dilakukan asal asalan tanpa arah, tanpa perhitungan, dan berujung pemborosan anggaran.
“Ini bukan perbaikan, ini tambal sulam yang tidak ada ujungnya. Tambal sana, tambal sini, tapi tetap rusak. Toilet macet terus. Ini jelas perencanaan gagal total,” tegas Sayutin, Jumat (1/5/2026).
Kata dia, fakta di lapangan bahkan lebih miris. Dalam sidak bersama Wakil Bupati Abdul Sahid, pada kamis 30 April 2026.
DPRD menemukan pasien pasca operasi harus dipindahkan, bahkan digotong ke kamar lain hanya untuk buang air, yang disebabkan adanya toilet diruang pasien macet, ujar Sayutin.
Kondisi ini dinilai tidak hanya memalukan, tapi juga mencerminkan buruknya standar pelayanan dasar di fasilitas kesehatan milik daerah.
Masa pasien operasi harus digotong cuma untuk ke toilet. Ini bukan sekadar rusak, ini sudah tidak manusiawi, ungkapnya.
Tak berhenti di situ, sederet masalah lain ikut dikritisi, menurutnya, tidak terlihat adanya langkah serius untuk memperbaiki kondisi secara total.
“Sayutin mendesak manajemen rumah sakit untuk segera melakukan evaluasi besar besaran. Kalau terus begini, yang jadi korban masyarakat. Ini tidak bisa dibiarkan,” tandas Sayutin.
Ia juga menambahkan, instalasi listrik rusak, stop kontak tak berfungsi, pipa bocor, hingga kebersihan yang jauh dari standar rumah sakit.
Ironisnya, ruang bersalin justru ditemukan kosong saat sidak, memunculkan tanda tanya besar soal manajemen layanan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Sayutin menilai akar masalahnya jelas pada perencanaan yang amburadul dan tidak pernah menyentuh persoalan utama, tambahnya.
Lebih lanjutnya, seharusnya dibongkar dulu masalahnya, apakah dari septic tank, pipa, atau sistem lain. Ini tidak. Yang terjadi cuma buang-buang anggaran tiap tahun, katanya.
Padahal, sebagai rumah sakit berstatus BLUD, RSUD Anuntaloko memiliki fleksibilitas anggaran untuk melakukan pembenahan menyeluruh.
Laporan : Deni
