banner 728x250

Skandal Karantina Voters, Ketua SC KADIN Sulteng Diduga Mainkan Operasi Jelang Musprov

Suasana kegiatan Panitia Pengarah Musyawarah VIII KADIN Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025. Jelang Musprov, muncul sorotan terkait dugaan konsolidasi tertutup dan pengondisian peserta daerah di salah sat Hotel Kota Palu. Foto : Ist

PALU, Moderatnews.id — Aroma manuver tertutup jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) KADIN Sulawesi Tengah mulai memantik sorotan serius. Ketua Steering Committee (SC) Musprov KADIN Sulteng, Zulfakar Nasir, diduga melakukan konsolidasi internal terhadap peserta voters KADIN dari sejumlah kabupaten melalui agenda tertutup di Hotel salah satu Kota Palu.

Informasi yang dihimpun redaksi menyebutkan, pertemuan eksklusif tersebut bakal dijadwalkan berlangsung mulai Minggu (17/5) hingga Senin (18/5). Agenda itu disebut melibatkan tim sukses, pengaturan teknis, hingga koordinasi pembiayaan perjalanan peserta dari daerah.

Dalam percakapan internal yang beredar, sosok yang diduga Zulfakar terdengar meminta seluruh tim segera berkumpul di Hotel yang sudah di atur olehnya untuk menyelesaikan berbagai urusan teknis menjelang pelaksanaan Musprov.

Nada komunikasi yang muncul bahkan memperlihatkan adanya desakan agar seluruh beban teknis segera diambil alih oleh pihak yang disebut sebagai “Pak Ketua”, menandakan adanya kendali terpusat dalam operasi konsolidasi tersebut.

Yang paling menyita perhatian adalah munculnya pembahasan mengenai “akumulasi semua biaya perjalanan” peserta dari daerah. Koordinasi pendanaan itu disebut melibatkan sosok bernama Fadli yang diduga menjadi penghubung utama dalam pengaturan logistik dan akses kamar hotel bagi rombongan voters kabupaten.

Fadli bahkan disebut mendapat instruksi langsung untuk mengatur kedatangan peserta daerah pada Minggu, termasuk distribusi akses masuk dan pengondisian kamar hotel.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya pola konsolidasi tertutup yang dilakukan di ruang-ruang privat hotel, jauh dari prinsip transparansi dan independensi yang seharusnya dijaga dalam proses demokrasi organisasi sebesar KADIN.

Aroma lobi politik semakin terasa ketika dalam percakapan tersebut muncul instruksi bahwa “Pak Ketua” akan turun tangan langsung melakukan komunikasi untuk memastikan situasi tetap “aman dan tentram”.

Frasa itu justru memantik pertanyaan publik. Sebab, penggunaan istilah “aman dan tentram” di tengah pembahasan pengaturan perjalanan, akomodasi hotel, dan konsolidasi voters dinilai sarat makna politis dan membuka ruang spekulasi adanya operasi pengondisian menjelang pemilihan.

Publik kini menunggu sikap tegas panitia Musprov KADIN Sulteng. Sebab, jika sejak awal proses sudah dibayangi dugaan konsolidasi tertutup dan pengaturan logistik secara tersentralisasi, maka integritas serta independensi Musprov dikhawatirkan tercoreng.

Panitia dan seluruh pihak terkait didesak tidak menutup mata terhadap dugaan manuver senyap yang berpotensi mencederai etika demokrasi organisasi dan merusak marwah KADIN sebagai rumah besar dunia usaha.

Laporan : Deni

Total Views: 268

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *