banner 728x250

DPN Sulteng Turun Tangan Bantu Korban Gempa Sigi, Perbaiki Jaringan Listrik dan Dirikan Tenda Darurat

Relawan Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Sulawesi Tengah bersama warga melakukan perbaikan jaringan listrik dan penyiapan fasilitas darurat di wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Selasa malam (16/6/2026). Foto : Istimewa

SIGI, ModeratNews.id – Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Sulawesi Tengah bergerak cepat membantu masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. Tim relawan DPN Sulteng telah berada di lokasi bencana sejak Selasa malam untuk mendukung penanganan darurat bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Ketua DPN Sulawesi Tengah, Andri Gultom, mengatakan tim relawan yang diterjunkan tidak hanya membantu kebutuhan teknis pembangunan, tetapi juga terlibat langsung dalam pemulihan fasilitas dasar warga terdampak.

“Tim kami sudah berada di lokasi sejak semalam di Palolo, Kabupaten Sigi, dan langsung membantu menyiapkan kebutuhan dasar warga, seperti jaringan listrik dan tenda darurat bagi masyarakat yang terdampak,” ujar Andri, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, kehadiran DPN Sulteng di lokasi bencana merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.

Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak ingin menunggu terlalu lama ketika masyarakat membutuhkan bantuan.

“Kami tidak ingin menunggu terlalu lama. Saat masyarakat membutuhkan bantuan, maka tenaga dan kemampuan yang kami miliki harus bisa dimanfaatkan,” katanya.

Selain membantu di wilayah Palolo, DPN Sulteng juga berencana menuju Desa Lembantongoa, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, guna memperkuat upaya penanganan darurat bersama pemerintah dan relawan lainnya.

Pada tahap selanjutnya, DPN Sulteng menyatakan siap mendukung proses rehabilitasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa, baik kategori ringan maupun berat.

Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan BPBD Sulawesi Tengah untuk memperoleh data kerusakan bangunan yang valid sebagai dasar pelaksanaan bantuan perbaikan.

“Kami sedang berkoordinasi dengan BPBD Sulteng untuk mendapatkan data kerusakan rumah warga. Setelah itu, tim tukang kami siap membantu melakukan perbaikan sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Andri.

Ia menambahkan, para tukang bangunan yang tergabung dalam DPN Sulteng siap bekerja secara sukarela demi membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak bencana.

“Kami punya anggota tukang bangunan yang siap membantu secara gratis. Yang punya bahan bangunan mari sama-sama kita bantu. Ada tenaga, ada kepedulian, mari kita gotong royong memulihkan kondisi masyarakat,” ungkapnya.

Andri berharap sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana serta mengurangi beban warga yang terdampak.

“Bencana memang merusak bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat kebersamaan kita,” tutupnya.

Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, termasuk Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, Kota Palu dan daerah sekitarnya pada Selasa (16/6/2026).

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Ribuan warga juga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang dianggap lebih aman karena khawatir terhadap kondisi bangunan dan potensi gempa susulan.

Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan penanganan darurat, hunian sementara, pemulihan infrastruktur dasar, dan rehabilitasi rumah warga sebagai perhatian bersama berbagai pihak.

Laporan : Deni

Total Views: 575

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *