PETI Nasalane Memakan Korban Jiwa, Pekerja Tewas Diduga Akibat Kelalaian Operasional

Foto :Ilustrasi

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Nasalane, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, kembali memakan korban jiwa.

Kali ini, seorang perempuan asal Desa Padat Karya, Kecamatan Bolano Lambunu, dilaporkan meninggal dunia di lokasi tambang ilegal tersebut setelah tertimpa baket alat berat yang tengah beroperasi.

Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Tangis dan kesedihan menyelimuti pihak keluarga yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta di tengah aktivitas tambang yang selama ini disebut-sebut beroperasi tanpa izin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat aktivitas penambangan tengah berlangsung menggunakan alat berat jenis ekskavator.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, peristiwa nahas itu terjadi saat aktivitas penambangan ilegal masih berlangsung.

Saat itu, korban bersama beberapa pekerja lain berada di area pengambilan material. Operator kemudian mengarahkan baket untuk menurunkan material yang akan diberikan kepada korban dan rekan-rekannya.

Kondisi lokasi yang sempit di dalam lubang galian, ditambah aktivitas alat berat yang terus berjalan, membuat situasi menjadi berisiko tinggi. Sejumlah pekerja lain sempat keluar dari titik tersebut untuk menghindari pergerakan alat.

Namun, korban diduga tidak sempat keluar dari area berbahaya. Bahkan menurut keterangan rekan korban, sebelumnya korban sempat keluar dari dalam lubang, namun kembali masuk ke lokasi kerja sesaat sebelum material diturunkan.

Tanpa disadari operator, korban berada di titik blind spot. Saat baket diturunkan untuk menempatkan material, bagian belakang baket mengenai tubuh korban.

Operator yang tidak melihat keberadaan korban mengaku terkejut saat mengetahui insiden tersebut. Korban kemudian dievakuasi oleh rekan-rekannya ke kamp terdekat untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Minggu (2/8) malam.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang atas insiden yang memakan korban jiwa serta pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut. Media akan terus menggali informasi kepihak berwenang atas kejadian tersebut.

Peristiwa ini kembali mempertegas tingginya risiko keselamatan di lokasi PETI yang minim standar operasional dan pengawasan. Aktivitas tambang ilegal yang berlangsung tanpa prosedur keselamatan kerja yang memadai kerap menempatkan para pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi dalam kondisi rentan.

Kejadian ini sekaligus menjadi alarm keras bahwa aktivitas tambang ilegal di wilayah Nasalane masih berlangsung secara masif. Meskipun berbagai upaya penertiban kerap dilakukan, praktik PETI dinilai terus berulang dan belum menunjukkan tanda-tanda.

Maraknya aktivitas PETI, khususnya di wilayah Nasalane yang berulang kali dilaporkan menelan korban jiwa. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius bagi semua pihak, agar tragedi serupa tidak terus terulang di kemudian hari.

(Tim Redaksi)

Total Views: 1052
Exit mobile version