PETI Nasalane Memakan Korban Jiwa, Pekerja Tewas Diduga Akibat Kelalaian Operasional

Foto :Ilustrasi

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Nasalane, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, kembali memakan korban jiwa.

Kali ini, seorang perempuan asal Desa Padat Karya, Kecamatan Bolano Lambunu, dilaporkan meninggal dunia di lokasi tambang ilegal tersebut setelah tertimpa baket alat berat yang tengah beroperasi.

Peristiwa tragis ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Tangis dan kesedihan menyelimuti pihak keluarga yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tercinta di tengah aktivitas tambang yang selama ini disebut-sebut beroperasi tanpa izin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi saat aktivitas penambangan tengah berlangsung menggunakan alat berat jenis ekskavator.

Korban diduga berada di sekitar area kerja alat saat proses pengerukan material berlangsung, hingga akhirnya tertimpa baket (bucket) ekskavator.

Usai kejadian, korban sempat dievakuasi oleh rekan-rekan di lokasi tambang dan dibawa ke area kamp terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun, akibat luka yang diderita cukup parah, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Minggu (2/8) malam.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi detail serta pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut. Media akan terus menggali informasi kepihak berwenang atas kejadian tersebut.

Peristiwa ini kembali mempertegas tingginya risiko keselamatan di lokasi PETI yang minim standar operasional dan pengawasan. Aktivitas tambang ilegal yang berlangsung tanpa prosedur keselamatan kerja yang memadai kerap menempatkan para pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi dalam kondisi rentan.

Kejadian ini sekaligus menjadi alarm keras bahwa aktivitas tambang ilegal di wilayah Nasalane masih berlangsung secara masif. Meskipun berbagai upaya penertiban kerap dilakukan, praktik PETI dinilai terus berulang dan belum menunjukkan tanda-tanda.

Maraknya aktivitas PETI, khususnya di wilayah Nasalane yang berulang kali dilaporkan menelan korban jiwa. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius bagi semua pihak, agar tragedi serupa tidak terus terulang di kemudian hari.

(Tim Redaksi)

Total Views: 65
Exit mobile version