Satu Nyawa Melayang di Tambang Nasalane, Kejelasan Kasus Masih Gelap

Foto Ilustrasi Tragedi maut di Lokasi PETI Nasalane Kecamatan Moutong

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Insiden tragis kembali terjadi di lokasi tambang Nasalane, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong. Seorang perempuan asal Desa Padat Karya, Kecamatan Bolano Lambunu, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (2/8/2026), diduga akibat kelalaian dalam aktivitas operasional di lokasi tambang tersebut.

Peristiwa ini kembali membuka luka lama terkait praktik pertambangan yang diduga tidak memenuhi standar keselamatan kerja. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban berada di area tambang saat aktivitas berlangsung, sebelum akhirnya terjadi insiden yang merenggut nyawanya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang komprehensif terkait kronologi lengkap maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Minimnya informasi justru memunculkan tanda tanya besar di tengah publik.

Padahal, kawasan tambang Nasalane bukan kali pertama memakan korban jiwa. Sejumlah peristiwa sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan di wilayah ini memiliki risiko tinggi, bahkan telah berulang kali menimbulkan korban akibat longsor maupun kondisi kerja yang tidak aman .

Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa persoalan keselamatan kerja di lokasi tambang belum ditangani secara serius. Tidak hanya soal teknis operasional, tetapi juga menyangkut pengawasan, legalitas, hingga potensi pembiaran aktivitas berisiko tinggi.

Publik kini mempertanyakan, siapa yang harus bertanggung jawab atas insiden ini? Apakah ada pihak pengelola yang lalai? Ataukah ini kembali menjadi bagian dari rantai panjang persoalan tambang yang seolah dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas?

Lebih jauh, kasus ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa insiden serupa dapat kembali terulang jika tidak ada langkah konkret dari pihak berwenang. Transparansi dalam pengungkapan kasus, investigasi menyeluruh, serta penegakan hukum menjadi tuntutan mendesak.

Jika tidak, tragedi di Nasalane berpotensi hanya menjadi angka statistik berikutnya—sementara nyawa manusia terus menjadi taruhan di balik aktivitas tambang yang belum jelas pertanggungjawabannya.

Tim Redaksi

Total Views: 107
Exit mobile version