banner 728x250

PAN Parimo Kukuhkan DPC 23 Kecamatan, Target Lima Kursi DPRD pada 2029

Ketua DPD PAN Parigi Moutong Husen H. Mardjengi saat mengikuti prosesi pelantikan dan pengukuhan DPC PAN se-Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (26/9/2026). Foto :Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tengah resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN Kabupaten Parigi Moutong untuk masa bakti 2025–2030.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari agenda pelantikan Dewan Pengurus Cabang dan relawan PAN se-Kabupaten Parigi Moutong yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Sabtu (26/9/2026).

Kepengurusan DPC PAN di 23 kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong disebut telah terbentuk. Penetapan tersebut berdasarkan keputusan DPW PAN Sulawesi Tengah yang disahkan di Palu pada 6 September 2026 dan ditandatangani Ketua DPW PAN Sulteng Syarifuddin Sudding serta Sekretaris Muhammad Ramadan Maulana.

Dalam agenda tersebut, Ketua Harian DPW PAN Sulawesi Tengah Ronny Tanusaputra menegaskan bahwa keberadaan partai politik tidak semata-mata diarahkan untuk berkompetisi dengan partai lain.
Menurutnya, partai politik memiliki ruang untuk berkolaborasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Partai politik ini bukan untuk bersaing mematikan partai sahabat lain, tidak. Kita berkolaborasi bersama partai lain demi untuk kesejahteraan rakyat, jadi bukan saling mematikan,” ujar Ronny di hadapan kader PAN.

Ronny juga mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar memegang teguh tagline “PAN Bantu Rakyat” dengan memperkuat kerja-kerja organisasi hingga ke tingkat masyarakat.

Ia menilai keberadaan partai dan kursi di parlemen harus diikuti dengan kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

“Jadilah seperti matahari. Matahari itu setia dan punya komitmen, walaupun tidak dilihat tapi dia tetap menyinari dunia ini. Matahari yang ada di sini adalah bentuk kesetiaan dan komitmen terhadap rakyat,” tegasnya.

Dalam forum Rakerda, jajaran DPW PAN Sulteng juga menyampaikan target organisasi menghadapi Pemilu 2029. Salah satu target yang disampaikan adalah mengupayakan minimal satu kursi legislatif pada setiap daerah pemilihan (dapil), sekaligus meningkatkan keterwakilan PAN di DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.

Ronny menekankan agar Rakerda tidak berhenti pada seremoni pelantikan. Menurutnya, agenda tersebut menjadi ruang untuk menyusun program kerja, memperkuat struktur organisasi, serta membahas langkah organisasi menuju Pemilu 2029.

“Acara pelantikan ini hanya seremonial, yang penting itu sebentar adalah rapat kerja daerah. Rakerda ini penting karena di sinilah kita menyusun program, penguatan struktur, dan strategi pemenangan menuju 2029,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Parigi Moutong, Husen H. Mardjengi, menyatakan pihaknya memiliki target meningkatkan perolehan kursi PAN pada Pemilu 2029.
Ia menyebut target tersebut merupakan bagian dari arah konsolidasi organisasi di tingkat daerah yang diselaraskan dengan visi kepemimpinan DPP PAN.

“Saya kira harapan itu tidak terlepas daripada apa yang menjadi cita-cita Ketua Umum kita, Zulkifli Hasan, Ketua DPP PAN Pusat. Harapan beliau besar untuk Pemilu Nasional, dan kami juga punya target di daerah, minimal tiga sampai empat kursi di DPRD kabupaten,” kata Husen.

Husen mengatakan PAN Parigi Moutong sebelumnya memiliki dua kursi di DPRD kabupaten. Untuk Pemilu 2029, pihaknya menargetkan peningkatan keterwakilan tersebut.

“Cita-cita kami minimal bisa mengisi satu kursi di setiap daerah pemilihan, sehingga totalnya bisa mencapai lima kursi. Adapun untuk tingkat provinsi yang sebelumnya kosong, insyaallah pada 2029 akan kami isi dengan minimal satu kursi. Sementara untuk tingkat pusat, kami jelas akan mempertahankan perolehan satu kursi yang sudah ada,” ujarnya.

Husen menambahkan, setelah kepengurusan DPC PAN di 23 kecamatan terbentuk, fokus berikutnya adalah memperkuat konsolidasi organisasi dan komunikasi dengan kader, relawan serta masyarakat.

Menurutnya, kerja organisasi tidak hanya dilakukan melalui struktur formal partai, tetapi juga membutuhkan komunikasi langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.

“Langkah-langkahnya tentu harus dibangun melalui konsolidasi. Bagaimana di tiap kecamatan kita bersama-sama dengan dewan pimpinan cabang, berdiskusi dengan teman-teman relawan, kader, dan masyarakat di tingkat bawah untuk mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan serta kesulitan mereka,” jelas Husen.

Ia mengatakan komunikasi tersebut diperlukan agar aspirasi masyarakat dapat dihimpun dan menjadi bahan dalam kerja-kerja politik serta organisasi PAN di Kabupaten Parigi Moutong.

Agenda pelantikan dan Rakerda tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi struktur PAN Parigi Moutong menuju tahapan politik berikutnya.

Deni

Total Views: 716

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *