Skandal Utang-Piutang di RSUD Buluye Napoae Moutong Mencuat

Foto (Deni) RSUD Buluye Napo'e Moutong

PARIGI MOUTONG, moderatnews.id – Kabar tak sedap menerpa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buluye Napoae, Kecamatan Moutong. Skandal mengenai piutang kerjasama antara oknum pegawai rumah sakit dengan rekan mitra kerja, serta tunggakan biaya perjalanan dinas hingga uang makan minum, kini menjadi sorotan tajam Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong.

Peristiwa ini kian memanas setelah muncul laporan adanya tindakan pengancaman yang dilakukan oleh suami oknum pegawai tersebut terhadap Direktur RSUD Buluye Napoae.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Gede Widiadha, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya laporan kekisruhan di internal rumah sakit tersebut.

Gede mengaku baru mengetahui detail peristiwa ini setelah menerima laporan dari Plt. Direktur RSUD yang baru menjabat, katanya yang bersangkutan ada masalah piutang dengan Nv, ujarnya. Rabu (10/12/2025).

“Saya sudah meminta agar seluruh utang-piutang tersebut ditelusuri terlebih dahulu kebenarannya. Jangan sampai kita membayar sesuatu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum,” tegas Gede Widiadha kepada media ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum pegawai tersebut diduga menggunakan jabatannya untuk memperdaya mitra kerja atau masyarakat. Modus yang digunakan adalah dengan memperlihatkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada korban guna meyakinkan bahwa anggaran kegiatan akan segera cair.

Nilai kerugian akibat piutang ini ditaksir mencapai angka yang fantastis. “Nominal utangnya lumayan besar, mencapai ratusan juta rupiah,” tambah Gede.

Selain masalah finansial, kasus ini juga menyeret persoalan keamanan. Plt. Direktur RSUD Buluye Napoae, Ibu Kurnia, dikabarkan sempat mendapat ancaman dari suami oknum pegawai tersebut.

Ancaman ini diduga melibatkan suami dari salah satu oknom pegawai RSUD Buluye Napoa’e, sehingga membuat suasana kerja di lingkungan rumah sakit menjadi tidak kondusif.

“Ada laporan pengancaman. Saya sarankan jika memang merasa terancam, silakan lapor secara hukum ke kepolisian karena ini sudah ranah personal,” kata Gede.

Menyikapi masalah ini, Gede Widiadha telah memberikan arahan tegas kepada manajemen RSUD Buluye Napoae, ia meminta untuk. Audit Internal, melakukan verifikasi faktual terhadap seluruh bukti utang-piutang agar memiliki dasar hukum yang sah.

Gede menyarankan agar oknum yang terlibat segera
Laporan ke Pimpinan yakni bupati, selain itu pihak manajemen rumah sakit untuk melaporkan kronologi lengkap kepada pimpinan daerah guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut, tutup Gede.

Laporan : Deni

Total Views: 625