Proyek Puskesmas Torue, Rp 7,6 Miliar Terancam Molor Ada Apa?

Foto : ( Deni ) Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Torue

Parigi Moutong — Proyek pembangunan Gedung Puskesmas Torue di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Berdasarkan hasil penelusuran dan pantauan media ini di lapangan, progres pekerjaan dinilai berjalan lambat dan berpotensi tidak selesai tepat waktu, meski nilai kontraknya mencapai miliaran rupiah.

Di lokasi, tampak sejumlah bagian bangunan utama masih dalam tahap pengecoran dan pemasangan rangka besi. Material seperti pasir dan batu bata menumpuk di area proyek, menandakan proses pembangunan yang masih jauh dari rampung.

Padahal, berdasarkan kontrak kerja Nomor 000.3.2/100.06/SP-PPK/DISKES/2025, proyek ini harus selesai dalam 180 hari kalender, dan berakhir 14 Desember 2025.

Proyek dengan nilai kontrak Rp7.618.852.000, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2025, dikerjakan oleh CV. Jelajah Sulteng.

Namun dari hasil penelusuran media ini, progres fisik di lapangan tampak tidak sebanding dengan waktu yang sudah berjalan.

Beberapa pekerja yang ditemui mengaku jumlah tenaga tukang terbatas, sementara pekerjaan di bagian lantai dua membutuhkan waktu dan tenaga ekstra.

Dikonfirmasi terpisah, Ipin, selaku pelaksana proyek, membenarkan adanya keterlambatan. Ia menyebut proses pengecoran lantai dua menjadi penyebab utama lambatnya progres pekerjaan.

“Keterlambatan ini karena pekerjaan pengecoran lantai dua butuh proses, kami juga menggunakan hotmix untuk pengecoran, dan memang masih kurang tukang. Kalau bahan semua sudah siap, tinggal penambahan personel tukang saja,” ujarnya kepada media ini, Minggu (2/11).

Meski demikian, pengakuan tersebut belum menjawab tuntas mengapa dalam kurun waktu hampir lima bulan pengerjaan, progres proyek masih terlihat minim.

Keterlambatan pengerjaan seharusnya menjadi perhatian serius pihak Dinas Kesehatan Parigi Moutong sebagai pengguna anggaran, mengingat proyek tersebut menelan biaya yang tidak kecil dan bersumber dari dana publik.

Proyek ini tidak hanya dikebut menjelang tenggat kontrak, tetapi juga tetap mengutamakan mutu dan kualitas bangunan yang nantinya akan menjadi fasilitas kesehatan masyarakat Torue dan sekitarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini akan terus melakukan penelusuran terhadap pelaksanaan proyek bernilai miliaran rupiah itu hingga masa kontrak berakhir pada pertengahan Desember 2025.

Laporan : Deni

Total Views: 728