Kriminal Masih Tinggi, Narkoba Menggila, Korban Lalin Bertambah di Parimo

Foto (Deni) Kapolres Parigi Moutong AKBP Hendrawan Agustian Nugraha (tengah) didampingi jajaran satuan fungsi memimpin konferensi pers rilis akhir tahun pengungkapan kasus narkoba sepanjang 2025 di Mako Polres Parigi Moutong, Rabu (31/12/2025).

PARIGI MOUTONG, moderatnews.id – Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong membeberkan capaian kinerja penanganan perkara sepanjang tahun 2025 dalam konferensi pers rilis akhir tahun yang digelar di Mako Polres Parigi Moutong, Rabu (31/12/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha, yang secara terbuka memaparkan data kinerja tiga satuan utama, yakni Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas).

Paparan data menunjukkan capaian penegakan hukum sekaligus membuka fakta keras soal persoalan kriminalitas, narkoba, dan keselamatan lalu lintas.

Sepanjang Januari hingga Desember 2025, Satreskrim Polres Parigi Moutong bersama Polsek jajaran menerima 519 Laporan Polisi (LP). Dari jumlah tersebut, 249 kasus berhasil diselesaikan, sementara sisanya masih dalam proses penanganan.

Secara rinci, Satreskrim Polres menangani 140 LP, dengan rincian. Unit Pidana Umum (Pidum) 80 perkara, tingkat penyelesaian 41 persen, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) 55 perkara, penyelesaian 44 persen, menjadi unit dengan laporan terbanyak

Unit Tipiter 4 perkara, 100 persen tuntas Unit Tipidkor: 1 perkara baru serta penyelesaian dua tunggakan kasus tahun 2024, dengan persentase penyelesaian 300 persen. Dominasi perkara PPA menjadi sinyal kuat masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Parigi Moutong.

Penanganan narkotika sepanjang 2025 menunjukkan eskalasi serius. Satresnarkoba menangani 67 Laporan Polisi dengan total 79 tersangka, terdiri dari 73 laki-laki dan 6 perempuan. Polisi menyita barang bukti 506,73 gram sabu dalam 725 paket narkotika.

44 kasus telah dinyatakan lengkap (P21) 13 kasus tahap satu, 9 kasus dalam proses penyidikan 1 orang menjalani rehabilitasi.

Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan memang turun 3 persen, dari 140 kasus (2024) menjadi 136 kasus (2025). Namun, angka korban meninggal dunia justru meningkat.

Korban meninggal dunia naik 9 persen, dari 66 menjadi 72 orang. Luka berat naik 3 persen menjadi 81 orang. Luka ringan: turun 6 persen menjadi 130 orang. Penurunan jumlah kejadian tidak berbanding lurus dengan keselamatan, menandakan masih rendahnya disiplin berlalu lintas.

Kapolres Parigi Moutong, AKBP Hendrawan Agustian Nugraha, menegaskan bahwa rilis akhir tahun ini merupakan bahan evaluasi penting, bukan sekadar laporan formal. “Data ini menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, penegakan hukum, dan keamanan masyarakat ke depan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat menjauhi narkoba serta meningkatkan kepatuhan berlalu lintas demi menekan angka fatalitas di jalan raya.

Laporan: Deni

Total Views: 619
Exit mobile version