Kemarau Panjang Melanda, Sawah di Desa Kotaraya Kekeringan Air

Foto (Istimewah) Kondisi lahan persawahan di Desa Kotaraya, Parigi Moutong, yang mengalami retakan parah akibat kekeringan berkepanjangan, memaksa petani menunda masa tanam.

PARIGI MOUTONG, moderatnews.id — Hamparan sawah hijau yang selama ini menjadi penopang hidup warga Desa Kotaraya, Kabupaten Parigi Moutong, kini berubah menjadi tanah retak dan keras. Kekeringan ekstrem yang berlangsung berbulan-bulan telah melumpuhkan aktivitas pertanian, memaksa petani menunda masa tanam dan menanggung risiko ekonomi yang kian berat.

Pantauan moderatnews.id di lokasi menunjukkan saluran irigasi utama yang seharusnya mengairi ratusan hektare sawah kini kering total. Tidak ada aliran air, hanya tersisa endapan lumpur dan rumput liar yang mengering.

Kondisi ini mengindikasikan bukan sekadar dampak kemarau, tetapi juga lemahnya daya tahan infrastruktur irigasi menghadapi perubahan iklim.

Akibat kekeringan, petani berada di posisi paling rentan. Modal sudah disiapkan, namun sawah tak bisa digarap. Bibit padi terancam mati sebelum ditanam.
“Tanah sudah keras seperti batu. Kalau dipaksakan tanam, habis semua modal. Kami tidak punya pilihan selain menunggu hujan,” ujar seorang petani Kotaraya dengan nada pasrah. Kamis (29/1/2026).

Situasi ini memperlihatkan bagaimana petani kecil kembali menjadi kelompok paling terdampak, tanpa jaring pengaman yang memadai. Hingga kini, belum terlihat langkah darurat yang konkret dari pemerintah daerah untuk mengatasi krisis air di tingkat desa.

Kekeringan ini berpotensi memicu dampak berlapis. Penundaan masa tanam berarti ancaman gagal panen di musim berikutnya, yang secara langsung menggerus stok gabah lokal. Desa Kotaraya yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyangga pangan di terbesar kini berada di ambang penurunan produksi drastis.

Lebih jauh, stagnasi sektor pertanian membuat roda ekonomi desa nyaris berhenti. Sejumlah petani terpaksa beralih menjadi buruh serabutan di luar desa untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga.

Warga menilai kekeringan ini menjadi ujian serius bagi kesiapan pemerintah menghadapi kemarau panjang. Harapan utama petani sederhana namun krusial: pembangunan sumur bor, normalisasi saluran irigasi, serta sistem pengairan yang adaptif terhadap cuaca ekstrem.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut, Desa Kotaraya bukan hanya terancam kehilangan status sebagai lumbung pangan lokal, tetapi juga menghadapi risiko krisis sosial akibat meningkatnya kemiskinan petani.

Laporan: Deni

Total Views: 835