Irwan Tegaskan Musrenbang 2027 Bukan Formalitas, Soroti Disiplin OPD

Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong, Irwan, saat memberikan keterangan kepada awak media terkait mekanisme usulan dalam Musrenbang 2027. Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, SKM, memberikan klarifikasi terkait dinamika usulan program dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2027 tingkat kabupaten.

Irwan meluruskan adanya kesan hambatan komunikasi (miskomunikasi) mengenai mekanisme pengajuan usulan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Ia menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar formalitas, melainkan wadah krusial untuk mengintegrasikan berbagai aspirasi, mulai dari tingkat desa, kecamatan, pokok pikiran (pokir) legislatif, hingga usulan teknis dari OPD.

Menjawab isu mengenai adanya kekosongan jabatan di sejumlah OPD yang dianggap menghambat pengajuan usulan, Irwan membantah hal tersebut sebagai kendala utama.

“Ini murni masalah koordinasi dan ketepatan waktu. Kami sudah informasikan sejak awal bahwa Musrenbang adalah tempat kita berdiskusi. Memang ada batasan waktu (deadline) yang harus dipatuhi agar proses perencanaan berjalan sesuai jadwal,” ujar Irwan. Senin (30/3).

Ia mencontohkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang saat ini belum memasukkan usulan. Meski demikian, ia memastikan hal tersebut akan segera dikoordinasikan lebih lanjut.

Irwan menjelaskan bahwa sistem perencanaan saat ini menuntut kedisiplinan tinggi karena telah berbasis aplikasi. Ketidakteraturan dalam memasukkan data ke dalam sistem dapat berakibat tidak terbacanya program tersebut di tingkat provinsi maupun pusat.

Pengajuan pokok-pokok pikiran (pokir) telah ditutup satu minggu sebelum pelaksanaan Musrenbang. Terkait usulan OPD, pihaknya menyebut, masih diberikan ruang bagi OPD untuk menyempurnakan usulan selama masih dalam rentang waktu yang ditentukan oleh aturan yang berlaku.

“Saat ini semua usulan melalui aplikasi. Jika tidak diinput ke sana, maka usulan tersebut tidak akan terbaca di tingkat provinsi. Kami di Bappelitbangda akan proaktif membina dan mendampingi OPD agar seluruh usulan teknis dapat terakomodasi dengan baik,” tambahnya.

Ke depan, Bappelitbangda berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antar-sektor. Irwan menekankan bahwa peran Bappelitbangda adalah sebagai fasilitator yang memastikan setiap rencana pembangunan memiliki landasan administrasi yang kuat agar bisa dikawal hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

“Tugas kami adalah membina dan berkolaborasi dengan OPD. Kami akan terus memfasilitasi usulan-usulan yang ada, termasuk koordinasi ke tingkat provinsi, agar pembangunan di Parigi Moutong berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kemampuan daerah,” pungkasnya.

Laporan : Deni

Total Views: 387