PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mempercepat langkah menjadikan durian sebagai komoditas unggulan ekspor ke pasar Tiongkok. Komitmen itu ditegaskan dalam kunjungan industri bersama rombongan gubernur dan Bappeda di PT Indonesia Minxing Fruit Trading (IMFT), Selasa (31/3).
Mewakili Gubernur Sulawesi Tengah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Rudi Dewanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing durian Sulteng di pasar global.
Dalam sambutannya, Rudi memperkenalkan konsep “Golden Triangle” (Segitiga Emas) sebagai fondasi penguatan ekonomi daerah.
Konsep ini menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni pemerintah sebagai fasilitator kebijakan dan stabilitas, pelaku usaha sebagai motor investasi dan pencipta lapangan kerja, serta petani sebagai produsen utama yang mengelola lahan secara produktif.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kehadiran pelaku usaha seperti PT IMFT yang telah menyerap sekitar 300 tenaga kerja lokal menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Rudi.
Menghadapi persaingan dengan negara produsen besar seperti Thailand dan Vietnam, ia mengingatkan pentingnya menjaga standar mutu melalui strategi “3 Tas”, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Dari sisi kualitas, petani diminta menjaga cita rasa dan standar kebersihan agar produk tidak ditolak di pasar internasional. Saat ini, Kabupaten Parigi Moutong menjadi pusat unggulan dengan 14 dari total 34 packing house di Sulawesi Tengah.
Untuk kuantitas, produksi harus memenuhi target sesuai perjanjian dagang dengan Tiongkok demi menjaga kepercayaan pasar. Sementara dari sisi kontinuitas, Sulteng memiliki keunggulan musim panen yang panjang, mulai April hingga Desember.
Guna memperkuat produksi, pemerintah juga mendorong perluasan lahan durian produktif. Dengan luas wilayah sekitar 61.000 km², Sulteng dinilai memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan lahan tidur.
Sebagai langkah konkret, pemerintah bersama asosiasi telah menyalurkan bantuan bibit durian secara masif. Pada 2025 sebanyak 10.000 bibit telah didistribusikan, sementara tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi 20.000 bibit.
Program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program “Sembilan Berani”, khususnya “Berani Panen Raya” dan “Berani Sejahtera”, yang menempatkan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi modern berbasis ekspor.
Laporan : Deni
