Ketut Mardika Semprot Krisis BBM Ambulans Puskesmas di Parimo

Anggota Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Ketut Mardika, saat menyampaikan kritik dalam Rapat Dengar Pendapat terkait kendala operasional Puskesmas, Senin (6/4/2026). Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Fraksi Gerindra, Ketut Mardika, melayangkan kritik keras terkait kendala operasional yang dialami sejumlah Puskesmas. Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Senin (6/4/2026).

Ketut mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Puskesmas yang sering kali kesulitan biaya operasional, terutama untuk kebutuhan mendasar seperti bahan bakar minyak (BBM) mobil ambulans saat harus merujuk pasien.

Dalam arahannya kepada Kepala Dinas Kesehatan, Ketut menekankan bahwa Puskesmas adalah pintu pertama bagi masyarakat untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, realita di lapangan menunjukkan beban berat yang dipikul tenaga kesehatan (nakes).

“Kasihan Puskesmas ini, Pak Kadis. Mereka berhadapan langsung dengan masyarakat sebagai faskes tingkat pertama. Sangat miris jika saat ingin merujuk pasien, mereka tidak punya uang bensin atau solar hingga terpaksa meminta bantuan kepada masyarakat,” ujar Ketut Mardika.

Ia juga menyoroti dilema yang dihadapi nakes saat mendampingi pasien rujukan ke RSUD Anuntaloko Parigi. Masalah biaya hidup selama menunggu pasien di rumah sakit sering kali menjadi beban pribadi bagi petugas medis yang bertugas.

Ketut Mardika mendesak adanya perubahan sistem tata kelola keuangan di tingkat Puskesmas agar tidak terjadi kebuntuan anggaran.

Ia juga mempertanyakan efektivitas kerjasama dengan BPJS Kesehatan jika klaim tidak mampu menutupi kebutuhan mendesak di lapangan.

“Kalau memang klaim BPJS diselesaikan dalam 15 hari, seharusnya tidak ada masalah utang. Jika BPJS justru menghambat, kita perlu evaluasi kembali MoU-nya.

Intinya, pelayanan masyarakat tidak boleh terhambat hanya karena aturan yang terlalu kaku soal penggunaan anggaran,” tambahnya.

Politisi Gerindra ini mengakui bahwa visi-misi Bupati untuk mewujudkan “Parigi Moutong Sehat” adalah tujuan yang mulia. Namun, ia mengingatkan bahwa visi sebesar apa pun tidak akan berjalan tanpa dukungan anggaran yang memadai dan tepat sasaran.

“Saya tidak meragukan visi misi Bupati, itu luar biasa. Tapi sehebat apa pun rencana, kalau uangnya tidak ada atau pengelolaannya tidak efisien, bagaimana mau jalan?

Kita harus realistis dan mencari solusi konkret agar Puskesmas, dari Sausu hingga Moutong, bisa bekerja dengan tenang karena dukungan operasionalnya tersedia.

Ketut berharap Dinas Kesehatan segera melakukan langkah efisiensi dan mencarikan terobosan agar krisis operasional di Puskesmas tidak terus berlarut dan merugikan masyarakat luas, pungkasnya.

Laporan : Deni

Total Views: 289