banner 728x250

Galian C Sungai Dolago Disorot, Kades Akui Aktivitas Ada, Izin Belum Dilihat

Sejumlah dump truck dan alat berat beroperasi di aliran Sungai Dolago, Parigi Selatan. Aktivitas galian C ini menuai sorotan warga terkait izin dan dugaan dampak terhadap lahan serta lingkungan. (Foto: Deni)

PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Pemerintah Desa Dolago akhirnya angkat bicara terkait polemik aktivitas galian C di Sungai Dolago, Kecamatan Parigi Selatan, yang belakangan menuai keluhan warga.

Kepala Desa Dolago, Ishak, saat dikonfirmasi melalui telepon genggam, Selasa (5/5/2026), mengakui adanya aktivitas tersebut. Ia menyebut, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kegiatan itu diklaim telah mengantongi izin, meski dirinya belum melihat langsung dokumen perizinan dimaksud.

“Kalau soal izin, katanya sudah ada. Tapi saya sendiri belum melihat secara jelas surat izinnya, karena waktu itu hanya aparat desa yang turun ke lokasi, sementara saya masih berada di luar,” ujar Ishak.

Terkait aktivitas pengerukan di aliran sungai, Ishak menjelaskan bahwa sebelumnya telah ada tim yang melakukan survei untuk menentukan batas area yang dikelola. Dalam kegiatan tersebut, aparat desa disebut turut mendampingi proses peninjauan di lapangan.

Namun demikian, ia tidak menampik adanya laporan warga terkait dugaan penyerobotan lahan akibat aktivitas galian C tersebut. Menurutnya, aduan masyarakat telah disampaikan melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

“Memang benar ada laporan. Waktu itu Ibu Umi dari BPD menghubungi saya, menyampaikan ada warga yang mengadu soal penyerobotan lahan dari aktivitas galian C,” ungkapnya.

Meski demikian, Ishak mengaku belum mengetahui secara pasti identitas seluruh warga yang terdampak. Ia pun membuka ruang mediasi dan menunggu warga yang merasa dirugikan untuk datang ke kantor desa agar persoalan tersebut dapat dibahas bersama.

“Sampai sekarang saya masih menunggu warga yang bersangkutan datang ke kantor untuk mediasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ishak juga membenarkan adanya informasi yang berkembang di masyarakat terkait dugaan keterkaitan aktivitas galian C tersebut dengan oknum aparat kepolisian.

Ia pun mengimbau agar warga yang merasa lahannya terdampak dapat bersama-sama turun ke lokasi guna memastikan batas-batas lahan secara langsung.

Selain persoalan lahan, Pemerintah Desa Dolago turut menyoroti aspek keselamatan, khususnya bagi pelajar. Ishak menegaskan pentingnya perhatian terhadap mobilisasi kendaraan dump truck yang melintasi jalur depan sekolah, serta dampak polusi debu yang ditimbulkan.

“Keselamatan pelajar harus diperhatikan, karena jalur itu ada sekolah. Begitu juga dengan debu, harus ada upaya untuk mengatasinya,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Ishak berharap seluruh persoalan yang muncul akibat aktivitas galian C tersebut dapat segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan menimbulkan dampak yang lebih luas di tengah masyarakat.

Harapan kami, persoalan ini bisa cepat selesai dan tidak berkepanjangan, pungkasnya.

Laporan : Deni

Total Views: 660

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *