banner 728x250

Parimo Dilanda Banjir dan Gempa, Bupati Erwin Turun Langsung

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyerahkan bantuan pangan berupa beras, minyak goreng, dan gula pasir kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi saat melakukan kunjungan ke wilayah terdampak, Senin (22/6/2026). Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir dan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 di Kabupaten Parigi Moutong, Senin (22/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan darurat berjalan maksimal sekaligus melihat secara langsung kondisi masyarakat pascabencana.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta instansi teknis yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana.

Selain meninjau lokasi terdampak, Bupati Erwin Burase juga menyerahkan bantuan pangan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Setiap kepala keluarga penerima bantuan memperoleh paket kebutuhan pokok yang terdiri dari 10 kilogram beras, 2 botol minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat guncangan gempa yang terjadi beberapa hari lalu.

Bupati Erwin Burase mengatakan pemerintah daerah berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

/https://moderatnews.id/2026/06/21/bpbd-sulteng-dan-bnpb-tinjau-dampak-gempa-m-67-di-parigi-moutong-data-kerusakan-dikunci-22-juni/

“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan. Selain penanganan infrastruktur dan pemulihan lingkungan, kebutuhan pangan warga juga menjadi prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, terdapat 12 desa yang terdampak banjir. Sementara warga dari dua desa yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinilai aman dan memungkinkan untuk beraktivitas kembali.

Pemerintah daerah juga terus memantau kondisi kesehatan masyarakat guna mengantisipasi munculnya penyakit pascabencana. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, distribusi air melalui tangki penampungan yang didukung Palang Merah Indonesia (PMI) telah dilakukan di sejumlah desa terdampak.

Di sektor infrastruktur, pemulihan fasilitas umum yang mengalami kerusakan menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Dua unit jembatan yang rusak di Desa Lobu Mandiri menjadi prioritas penanganan agar akses transportasi dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Saat meninjau Desa Dolago Padang, Bupati menemukan dampak banjir yang cukup besar terhadap sektor pertanian. Desa yang berada di kawasan pertemuan dua aliran sungai tersebut mengalami luapan air yang merendam sekitar 148,1 hektare lahan persawahan milik warga.

“Sudah ada satu alat berat di sana. Informasi dari Balai Wilayah Sungai akan menyiapkan dua alat berat lagi. Mungkin pemerintah daerah juga akan menambahkan satu unit karena dampaknya sangat luas. Data sementara menunjukkan sekitar 148,1 hektare sawah di dua desa terdampak banjir dan ini harus segera kita antisipasi,” kata Erwin Burase.

Untuk mempercepat penanganan bencana, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong tengah memproses pemanfaatan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp5 miliar setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat Bencana.

Selain dukungan anggaran daerah, bantuan logistik dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Sosial juga telah disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, pemerintah akan mengoptimalkan pemasangan geobag pada titik-titik sungai yang rawan luapan air. Upaya tersebut dilakukan sembari menunggu pembangunan tanggul permanen menggunakan bronjong guna meminimalkan risiko banjir susulan.

Sementara itu, pemerintah juga telah menyiapkan bantuan benih padi bagi petani yang mengalami kerusakan lahan akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian dan menjaga ketahanan pangan daerah.

“Bantuan benih sudah tersedia sekitar 87 ton untuk wilayah Parigi Selatan. Stok bibit padi varietas unggul dengan masa panen sekitar 80 hari juga tersedia dan dapat mencakup sekitar 3.000 hektare lahan. Semua sawah yang terdampak akan menjadi prioritas,” jelasnya.

Melalui peninjauan lapangan dan penyaluran bantuan secara langsung, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Laporan : Deni

Total Views: 478

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *