PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama sebagai fondasi utama menjaga stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, yang menekankan pentingnya persatuan lintas iman di daerah tersebut.
Menurutnya, kerukunan beragama bukan sekadar simbol, melainkan kebutuhan mendasar dalam merawat persatuan. Ia menilai Parigi Moutong merupakan cerminan Indonesia dalam skala daerah, dengan keberagaman agama yang hidup berdampingan.
“Kerukunan ini bertujuan menyatukan umat beragama. Kabupaten Parigi Moutong ini ibarat miniatur Indonesia, semua agama ada dan hidup bersama di sini,” ujar Abdul Sahid. Usai kegiatan. Rabu (29/7).
Ia menegaskan, penguatan kerukunan tidak dilandasi kepentingan lain selain mempererat persaudaraan dan menjaga harmoni sosial. Program yang dijalankan pemerintah kabupaten juga selaras dengan kebijakan di tingkat provinsi, sehingga arah pembangunan sosial berjalan seiring.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah mendorong optimalisasi wadah kerukunan hingga ke tingkat kecamatan. Para camat diminta aktif merangkul tokoh agama serta melibatkan seluruh unsur lintas iman dalam kepengurusan di wilayah masing-masing.
Pelibatan tokoh agama dinilai menjadi kunci dalam menyamakan persepsi serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga kedamaian. Selain itu, penyelarasan program antara pemerintah kabupaten dan provinsi diharapkan mampu menjangkau seluruh 23 kecamatan di Parigi Moutong.
Dengan terbangunnya kerukunan yang kuat di tingkat akar rumput, potensi konflik sosial akibat perbedaan diyakini dapat diminimalisir. Masyarakat pun diharapkan tetap hidup rukun dan damai, meskipun menghadapi berbagai tantangan eksternal.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius terhadap potensi penyebaran paham radikalisme. Melalui penguatan peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan sinergi lintas sektor, langkah pencegahan dini terus dilakukan.
Upaya ini melibatkan berbagai pihak, termasuk unsur penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya, guna memastikan tidak ada ruang bagi berkembangnya paham yang dapat memicu konflik.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memastikan dukungan penuh terhadap keberadaan FKUB sebagai mitra strategis dalam menjaga keharmonisan sosial. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kerukunan, keamanan, dan kedamaian antarumat beragama di daerah ini dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
Deni













