PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, membuka Gerakan Panen Raya Padi sekaligus menyerahkan bantuan benih padi varietas M70D kepada kelompok tani di Kecamatan Balinggi, Torue, Parigi Selatan, dan Toribulu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat produksi pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Erwin Burase menyampaikan apresiasi kepada para petani, khususnya di Kecamatan Balinggi, yang dinilai konsisten menjaga produktivitas pertanian dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Parigi Moutong.
Kecamatan Balinggi tercatat memiliki lahan pertanian sekitar 5.500 hektare dan menjadi salah satu wilayah dengan areal pertanian terluas di Kabupaten Parigi Moutong.
Pada kesempatan tersebut, seluruh kelompok tani di Kecamatan Balinggi dipastikan memperoleh bantuan benih padi.
Erwin mengatakan Parigi Moutong merupakan salah satu sentra produksi pangan dan beras yang mendapat perhatian dalam mendukung program pemerintah pusat menuju swasembada pangan.
Melalui dukungan pemerintah pusat, Kabupaten Parigi Moutong memperoleh bantuan benih padi yang bersumber dari APBN untuk lahan sekitar 13.065 hektare.
Benih yang diberikan merupakan varietas unggul M70D dengan masa panen sekitar 80 hari. Penggunaan varietas tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus menjadi salah satu solusi terhadap persoalan padi kerdil yang selama ini dikenal petani sebagai padi setan.
Selain bantuan dari APBN, pemerintah juga memperoleh dukungan benih melalui APBD Provinsi Sulawesi Tengah untuk lahan sekitar 1.000 hektare.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, produktivitas lahan, pendapatan, serta kesejahteraan petani.
Bupati Erwin menegaskan, pembangunan sektor pertanian tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan volume produksi. Menurutnya, kesejahteraan petani harus menjadi bagian utama dalam pembangunan pertanian.
Karena itu, pengelolaan pascapanen, perluasan akses pasar, efisiensi biaya produksi, hingga peningkatan nilai tambah hasil pertanian perlu mendapat perhatian.
“Mari kita mulai membangun pola pikir bahwa pertanian merupakan sebuah usaha agribisnis yang harus dikelola secara profesional, efisien, dan berorientasi pasar,” ujar Erwin.
Ia juga meminta para penyuluh pertanian dan jajaran dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan kepada petani sejak persiapan tanam hingga masa panen.
Pendampingan tersebut, kata dia, harus dibarengi dengan pengenalan inovasi dan teknologi pertanian modern yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim.
Selain peningkatan produksi, Erwin mengingatkan masyarakat dan petani agar menjaga keberadaan lahan pertanian produktif dan mematuhi aturan terkait perlindungan lahan pangan.
Ia mengimbau agar sawah produktif tidak dialihfungsikan menjadi lahan komoditas lain, termasuk jagung, yang berpotensi mengurangi luas kawasan sentra produksi beras.
Menurutnya, keberadaan lahan sawah produktif merupakan aset penting dalam menjaga ketahanan pangan Kabupaten Parigi Moutong.
“Pemerintah akan terus hadir bersama petani. Petani sejahtera, pertanian maju, dan ketahanan pangan kuat, maka Kabupaten Parigi Moutong tentunya akan semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Deni
