Parimo Terima Bantuan Pertanian Rp138 Miliar dari Kementan

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Dadan, saat menyampaikan program bantuan sektor pertanian dalam kegiatan Gerakan Panen Raya Padi di Desa Suli, Kecamatan Balinggi, Selasa (18/8/2026). Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id — Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima bantuan sektor pertanian dari Kementerian Pertanian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total nilai sekitar Rp138 miliar.

Bantuan tersebut mencakup sejumlah komoditas strategis, mulai dari padi, cabai, bawang putih, kakao hingga jagung.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong, Dadan, saat menghadiri kegiatan Gerakan Panen Raya Padi di Desa Suli, Kecamatan Balinggi, Selasa (18/8/2026).

Dadan mengatakan, salah satu bantuan terbesar tahun ini berupa benih padi untuk lahan seluas 13.065 hektare. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi alokasi varietas padi terbesar yang diterima Kabupaten Parigi Moutong sejak daerah itu berdiri.

“Alhamdulillah untuk tahun ini kita disetujui seluas 13.065 hektare. Ini merupakan bantuan terbesar untuk varietas padi semenjak berdirinya Parigi Moutong. Hal ini tentu berkat kerja keras Bapak Bupati, kementerian, serta dukungan rekomendasi BRMP,” ujar Dadan.

Secara keseluruhan, bantuan benih padi yang disalurkan mencapai 326.625 kilogram atau sekitar 326,6 ton. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 597 kelompok tani yang menaungi sekitar 7.553 petani di empat kecamatan, yakni Balinggi, Torue, Parigi Selatan, dan Toribulu.

Benih yang digunakan merupakan varietas M70D yang dikenal memiliki karakter super genjah, dengan masa panen sekitar 80 hari.

Varietas tersebut diharapkan dapat membantu petani mengatasi persoalan pertumbuhan rumput maupun padi liar yang selama ini dikenal petani setempat sebagai “padi setan” dan padi layar sentuh.

“Dengan varietas ini, padi liar belum sempat mengisi, padi kita sudah panen. Ke depannya, pertumbuhan padi liar diharapkan dapat berkurang secara signifikan,” jelasnya.

Dadan menjelaskan, proses penyaluran benih dilakukan secara bertahap setelah melalui uji kelayakan oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB).

Dari total 117 ton benih yang sebelumnya telah masuk, sebanyak 113 ton dinyatakan lolos uji. Sementara benih yang tidak lolos uji akan digantikan oleh penyedia. Pasokan pengganti ditargetkan masuk pada pekan ini, masing-masing sebanyak 107 ton dari Surabaya dan 105 ton dari Karawang.

Khusus Kecamatan Balinggi yang menjadi salah satu kawasan dengan potensi sawah terluas di Parigi Moutong, yakni sekitar 5.500 hektare, seluruh area tersebut dipastikan mendapatkan bantuan benih.

Total alokasi untuk Balinggi mencapai 137,5 ton. Penyalurannya dijadwalkan berlangsung pada awal September, bertepatan dengan dimulainya musim tanam.

Sementara untuk wilayah Torue yang memiliki areal persawahan sekitar 700 hektare, penyaluran benih dijadwalkan mengikuti musim tanam November–Desember.

Selain benih padi, Dinas TPHP Parigi Moutong juga mengawal sejumlah program bantuan komoditas strategis dari Kementerian Pertanian.

Untuk cabai, bantuan dialokasikan pada lahan seluas 10 hektare, masing-masing 5 hektare di Kecamatan Parigi Tengah dan 5 hektare di Kecamatan Parigi Barat. Bantuan berupa mulsa mulai disalurkan.

Sementara bawang putih mendapat alokasi seluas 40 hektare di Kecamatan Palasa. Program tersebut merupakan bagian dari kerja sama dengan Mabes Polri.

Penanaman serentak secara nasional juga akan dilaksanakan pada lahan percontohan (pilot project) seluas 1 hektare menggunakan benih varietas Tuk-Tuk sebanyak 50 bungkus.

Untuk komoditas kakao, target bantuan meningkat dari sebelumnya 6.400 hektare menjadi 6.550 hektare. Pada tahap awal bulan ini, bantuan bibit kakao akan disalurkan untuk lahan seluas 500 hektare, setara sekitar 550.000 pohon dengan alokasi 1.100 pohon per hektare, menyesuaikan ketersediaan bibit di Sulawesi Tengah.

Sedangkan untuk jagung, setelah penyaluran tahap pertama pada Juni lalu berjalan, pemerintah daerah kembali mengusulkan bantuan tahap kedua seluas 1.147 hektare untuk musim tanam Oktober–November. Serta bantuan bibit durian.

Usulan tersebut kini masih menunggu proses penyaluran dari pihak penyedia. Pemkab Parigi Moutong berharap dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani dan petani dinilai menjadi faktor penting agar berbagai bantuan pertanian tidak hanya terserap, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani.

Deni

Total Views: 177
Exit mobile version