Jembatan Garuda Merah Putih Diresmikan, Penantian 10 Tahun Warga Nambaru Terwujud

Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase bersama Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar dan unsur Forkopimda saat peresmian Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Nambaru, Jumat (21/8/2026). Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id — Penantian panjang masyarakat Desa Nambaru, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, untuk memiliki akses penyeberangan yang layak akhirnya terwujud. Jembatan Garuda Merah Putih resmi diresmikan pada Jumat (21/8/2026), setelah sekitar 10 tahun warga menanti akses yang lebih aman dan mudah untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Nambaru dan wilayah sekitarnya. Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga membuka akses yang lebih baik bagi anak-anak menuju sekolah serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Erwin menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, khususnya Desa Nambaru dan sekitarnya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program Bapak Presiden, Panglima TNI, Kasad, Pangdam XXIII/Palaka Wira, Danrem, hingga Dandim 1306/Kota Palu,” ujar Erwin Burase.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut menjadi solusi atas persoalan akses yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi aliran sungai dengan kondisi yang sangat bergantung pada cuaca dan debit air.

Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan akses aman untuk pergi dan pulang dari sekolah.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama anak-anak sekolah untuk akses pendidikan dan angkutan hasil bumi. Sekarang warga tidak perlu lagi menunggu air surut atau khawatir saat melintas di malam hari,” katanya.

Erwin juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan Garuda Merah Putih agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Rasa syukur turut disampaikan Ketua BPD Nambaru, Budiman Jr, yang mewakili masyarakat Desa Nambaru.
Ia menyebut pembangunan jembatan tersebut merupakan jawaban atas penantian masyarakat selama kurang lebih satu dekade.

“Kami mewakili masyarakat Desa Nambaru sangat bersyukur. Ini adalah penantian kami selama sekitar 10 tahun. Alhamdulillah, berkat peran aktif dan kerja sama jajaran TNI serta masyarakat, jembatan ini akhirnya berdiri dan bisa kita gunakan,” ungkap Budiman.

Dengan diresmikannya Jembatan Garuda Merah Putih, masyarakat kini memiliki akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman. Jembatan tersebut juga diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya dalam mobilitas hasil bumi dari wilayah sekitar Desa Nambaru.

Kehadiran infrastruktur ini sekaligus menjadi bagian penting dalam membuka keterisolasian akses masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah desa.

Bagi warga Nambaru, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan penghubung, tetapi menjadi simbol berakhirnya penantian panjang dan hadirnya harapan baru untuk akses pendidikan, ekonomi, serta aktivitas sosial masyarakat, pungkasnya.

Deni

Total Views: 352
Exit mobile version