PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Krisis air mulai menghantui sektor pertanian di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah membuat debit air sungai dan saluran irigasi terus menurun, bahkan sebagian aliran dilaporkan mulai mengering.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas petani, khususnya mereka yang mengandalkan aliran sungai untuk mengairi areal persawahan. Sejumlah petani terpaksa menunda jadwal tanam karena ketersediaan air tidak lagi mencukupi untuk mendukung proses pengolahan lahan maupun pertumbuhan tanaman.
Bagi petani, keterlambatan jadwal tanam bukan sekadar persoalan teknis. Jika kondisi ini berlangsung lama, masa tanam dapat bergeser dan berpotensi memengaruhi hasil produksi serta pendapatan petani.
Petani berharap Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong segera mencari solusi untuk mengantisipasi persoalan kekurangan air yang terjadi setiap kali musim kemarau panjang.
Salah satu solusi yang diharapkan adalah pembangunan waduk atau embung penampungan air yang dapat menyimpan cadangan air selama musim penghujan untuk kemudian dimanfaatkan ketika memasuki musim kemarau.
Selain itu, petani juga mengusulkan pembangunan sumur bor di kawasan areal persawahan. Keberadaan sumur bor dinilai dapat menjadi sumber air alternatif ketika debit sungai dan saluran irigasi mengalami penurunan.
“Harapan kami ada solusi dari pemerintah. Kalau setiap kemarau air sungai mengering, petani tentu kesulitan. Kalau ada waduk atau sumur bor di sekitar persawahan, setidaknya masih ada sumber air untuk mengairi sawah,” harap salah seorang petani. Minggu (23/8/2026).
Menurut petani, persoalan ketersediaan air perlu ditangani secara jangka panjang, bukan hanya ketika musim kemarau sudah terjadi. Pemerintah daerah dinilai perlu memetakan wilayah pertanian yang rawan kekeringan sekaligus menyiapkan infrastruktur penunjang ketahanan air.
Pembangunan waduk, embung maupun sumur bor di titik-titik strategis diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Parigi Moutong.
Petani berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan pendataan dan kajian terhadap wilayah yang mengalami krisis air, sehingga kebijakan pembangunan infrastruktur air benar-benar menyasar kawasan persawahan yang paling membutuhkan.
Kondisi tersebut juga menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada luas lahan dan kesiapan petani, tetapi juga pada kepastian ketersediaan air sepanjang musim.
Jika persoalan ini tidak segera diantisipasi, kemarau panjang berpotensi terus menekan produktivitas pertanian dan mengganggu jadwal tanam petani di sejumlah wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Deni
