banner 728x250

Pemkab Parimo Perkuat Swasembeda Pangan Lewat Jagang

Asisten II Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, bersama unsur pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat mengikuti kegiatan penanaman jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, moderatnews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya pada komoditas jagung yang dinilai memiliki potensi besar meningkatkan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, SKM, saat menghadiri pertemuan strategis terkait penguatan sektor pertanian, mewakili Bupati Parigi Moutong.

Menurut Aswini, program pengembangan jagung merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Republik Indonesia yang diimplementasikan melalui kerja sama lintas sektor, termasuk dukungan aparat kepolisian dalam memberikan contoh nyata kepada masyarakat melalui kegiatan penanaman jagung.

Ia menegaskan bahwa jagung merupakan salah satu komoditas yang sangat potensial karena masa panennya relatif singkat dan dapat memberikan keuntungan ekonomi yang cepat bagi petani.

“Jagung ini tiga bulan sudah jadi uang. Dalam satu tahun bahkan bisa empat kali menanam, sehingga sangat membantu peningkatan ekonomi keluarga,” ujar Aswini.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan lahan yang tersedia untuk budidaya jagung, mengingat peluang pasar yang dinilai cukup menjanjikan.

Aswini juga menyoroti kekhawatiran yang sering muncul di kalangan petani terkait serapan hasil panen. Menurutnya, hal tersebut kini tidak lagi menjadi persoalan karena Perum Bulog telah menyatakan kesiapannya untuk menyerap hasil panen jagung petani dengan harga yang kompetitif.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana memperkuat dukungan sarana dan prasarana pascapanen guna meningkatkan kualitas hasil produksi. Salah satunya melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), termasuk mesin pengering (dryer) yang akan menjadi prioritas ke depan.

Dengan adanya mesin pengering, kadar air jagung dapat ditekan sehingga kualitasnya meningkat dan memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta, salah satunya perusahaan benih Syngenta yang telah lama beroperasi di wilayah Bolano.

Pemerintah daerah, kata Aswini, siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat program pengembangan jagung di Parigi Moutong. “Jika ada kekurangan bibit, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian akan berupaya menambah stok di luar bantuan dari pihak swasta maupun kementerian,” pungkasnya.

Laporan : Deni

Total Views: 457

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *