PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Wayan Murtama, menyoroti kondisi memprihatinkan yang terjadi di Desa Tinombala Jaya.
Dalam Sidang Paripurna yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah, ia mengungkapkan bahwa para siswa di desa tersebut lebih memilih menempuh pendidikan di desa tetangga akibat rusaknya infrastruktur jalan menuju sekolah setempat.
Berdasarkan aspirasi yang diterima dari Pemerintah Desa Tinombala Jaya, jalanan yang berlubang dan rusak parah menjadi kendala utama bagi para siswa.
Kondisi ini dinilai menurunkan minat anak-anak untuk bersekolah di wilayahnya sendiri, meskipun fasilitas pendidikan di sana sebenarnya sudah memadai.
“Kendala satu-satunya adalah infrastruktur. Jalannya berlubang-lubang dan rusak, sehingga minat anak-anak sekolah di sana tidak ada,” ujar Selasa (7/4/2026).
Padahal, menurut Murtama, sekolah di Desa Tinombala Jaya telah memiliki tenaga pendidik yang lengkap untuk seluruh bidang studi serta fasilitas bangunan yang sangat layak. Ia mengaku telah meninjau langsung lokasi tersebut untuk memastikan kondisi lapangan.
Akibat akses jalan yang buruk, banyak siswa yang akhirnya memilih untuk bersekolah di luar desa, seperti ke SMP di Desa Kayu Agung atau SMP di Kotaraya.
Hal ini diperparah dengan adanya kebijakan zonasi atau penertiban domisili dari Dinas Pendidikan yang seharusnya mengarahkan siswa sekolah di wilayah terdekat.
“Saya berharap Pak Bupati, yang dalam hal ini diwakili Pak Wakil Bupati, tolong sampaikan dan tindak lanjuti penyampaian saya ini. Ini adalah titipan pesan masyarakat yang saya suarakan dalam sidang paripurna ini,” tegasnya.
Murtama berharap Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong segera memprioritaskan perbaikan jalan di Desa Tinombala Jaya agar fasilitas pendidikan yang sudah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh putra-putri daerah setempat, tutupnya.
Laporan : Deni













