MOROWALI, Moderatnews.id – Supplier durian asal Morowali, Rifai Djamalludin, akhirnya angkat bicara menanggapi tuduhan penipuan yang dialamatkan kepadanya oleh PT Hoki Renjana Sejahtera.
Rifai menegaskan dirinya tidak melakukan penipuan, melainkan justru mengalami kerugian materiil dalam kerja sama tersebut.
Dalam keterangannya kepada media, Jumat (24/4/2026), ia membantah klaim perusahaan yang menyebut dirinya masih memiliki sisa utang lebih dari Rp39 juta.
Menurut Rifai, tuduhan tersebut tidak berdasar karena ia telah memenuhi kewajibannya dengan mengirimkan durian ke gudang perusahaan.
Ia menjelaskan telah mengirimkan total 2 ton durian. Namun, pihak gudang hanya menerima sekitar 800 kilogram, sementara 1,2 ton sisanya dikembalikan tanpa alasan yang jelas.
“Saya rugi besar. Harga di tingkat petani Rp35 ribu per kilogram. Kalau 1,2 ton dikembalikan, berapa kerugian saya? Totalnya sekitar Rp42 juta,” ujarnya.
Rifai juga mempertanyakan dasar perhitungan utang Rp39 juta. Berdasarkan catatan miliknya, dari modal awal Rp100 juta, justru terdapat kelebihan sekitar Rp5 juta setelah pengiriman pertama.
Meski merasa dirugikan, Rifai mengaku tetap menunjukkan itikad baik dengan mengembalikan sebagian dana kepada pihak perusahaan. Saya sudah kembalikan Rp25 juta, lalu Rp10 juta lagi ke rekening atas nama Fayed,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa persoalan ini merupakan dinamika bisnis, bukan tindak pidana. Kalau saya tidak kirim barang, itu baru penipuan. Ini saya kirim 2 ton, tapi malah dikembalikan sebagian besar. Jadi di mana letak penipuannya” tegas Rifai.
