Sarana PAUD di Parimo Masih Minim, Dedi Askary Soroti Hak Anak atas Pendidikan Layak

Foto (Istimewah/MN) Dedi Askary

PARIGI MOUTONG, moderatnews.id — Kondisi sarana pendukung pembelajaran di sejumlah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) masih menjadi perhatian serius.

Ketimpangan fasilitas, keamanan sarana yang belum terjamin, hingga pemanfaatan yang belum optimal dinilai turut memengaruhi pemenuhan hak anak atas pendidikan yang layak.

Hal tersebut disampaikan oleh Dedi Askary, fasilitator Sekolah Tanpa Dinding sekaligus mantan Komisioner Komnas HAM Perwakilan Sulteng, Senin (1/12/2025).

Menurut Dedi, PAUD merupakan fondasi penting bagi pengembangan kognitif, motorik, sosial, dan emosional anak. Karena itu, ketersediaan sarana seperti alat permainan edukatif (APE), buku ramah anak, media pembelajaran, hingga fasilitas sanitasi menjadi indikator penting dalam menilai kualitas layanan PAUD.

“Sejumlah lembaga PAUD di Parimo masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Di beberapa wilayah, guru terpaksa memanfaatkan alat bermain sederhana atau memodifikasi bahan lokal untuk menunjang kegiatan belajar. Namun kondisi ini belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan pembelajaran usia dini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti aspek keamanan. Fasilitas bermain yang tidak standar, lingkungan belajar yang belum bebas risiko, serta bahan APE yang tidak ramah anak dinilai dapat menghambat kenyamanan dan keselamatan peserta didik.

Selain kelayakan dan keamanan, relevansi sarana terhadap kurikulum juga perlu diperhatikan. Menurutnya, media pembelajaran seharusnya mampu menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak sesuai tahapan usia, sekaligus mengintegrasikan kearifan lokal Parimo agar pembelajaran lebih kontekstual.

Kendala pemanfaatan dan perawatan sarana turut menjadi persoalan. Meski sejumlah fasilitas tersedia, penggunaannya dinilai belum maksimal akibat minimnya pelatihan bagi tenaga pendidik. Perawatan yang tidak rutin juga menyebabkan beberapa fasilitas cepat mengalami kerusakan.

“Dedi menambahkan, tantangan tersebut semakin berat akibat keterbatasan anggaran, akses geografis yang sulit di beberapa wilayah, serta minimnya tenaga pendidik terlatih, “tambahnya.

Ia merekomendasikan penguatan anggaran, pelatihan berkelanjutan, kemitraan dengan berbagai pihak, serta pengembangan APE berbahan lokal sebagai langkah strategis untuk memperbaiki layanan PAUD di Parimo.

Dedi Askary berharap upaya perbaikan sarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memastikan terpenuhinya hak anak atas pendidikan yang aman, layak, dan inklusif di Parigi Moutong, harapnya.

Laporan : Deni

Total Views: 884