Wabup Parimo: Investor Kunci Serap Tenaga Kerja, Kualitas Jadi Harga Mati

Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, memberikan sambutan saat kunjungan Gubernur Sulawesi Tengah di PT Indonesia Minxing Fruit Trading (IMFT), Selasa (31/3). Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, menegaskan bahwa kehadiran investor merupakan kunci utama dalam membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat setempat.

Hal ini disampaikan saat menhadiri kunjungan Gubernur Sulteng ke Industri di PT. Indonesia Minxing Fruit Trading (IMFT), Selasa (31/3).  dalam sambutannya terkait upaya peningkatan ekonomi daerah melalui sektor investasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Menurut Abdul Sahid, Pemkab Parimo dan provinsi harus bersinergi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif guna menarik minat para pengusaha masuk ke wilayah Parigi Moutong.

“Ia meminta semua pihak untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan agar masyarakat yang belum bekerja dapat segera terserap dalam pasar tenaga kerja, “pinta Wabup.

Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Sahid juga memberikan pesan tegas kepada para pekerja di daerahnya. Wabup mengingatkan agar tenaga kerja tidak hanya terpaku pada tuntutan gaji, melainkan harus mengutamakan kualitas hasil pekerjaan.

“Jangan hanya menuntut gaji, tapi kualitas dari pekerjaan tidak diutamakan. Jika kualitasnya tidak bagus, perusahaan tidak akan bertahan, dan mereka sendiri yang akan rugi karena kehilangan pekerjaan,” tegas, “Abdul Sahid.

Wabup menyarankan agar pimpinan perusahaan, seperti Direktur Pak Riki, secara rutin memberikan arahan mingguan atau bulanan kepada karyawan mengenai standar kualitas kerja agar perusahaan tetap kompetitif di pasar global.

Terkait komoditas unggulan, Wakil Bupati menyoroti potensi besar durian dari Parigi Moutong yang kini menjadi incaran pasar internasional, termasuk Tiongkok.

Mengingat persaingan dengan negara lain sangat ketat, standar kualitas produk menjadi harga mati agar komoditas lokal bisa diterima di luar negeri.

Parigi Moutong sendiri dipilih sebagai pusat pengiriman barang hasil perkebunan rakyat karena lokasinya yang strategis dan dekat dengan fasilitas pelabuhan.

Ia mengakui bahwa meski daerah tetangga seperti Kabupaten Poso memiliki lahan perkebunan yang luas, Parigi Moutong tetap unggul dari sisi aksesibilitas distribusi untuk ekspor, tutupnya.

Laporan: Deni

Total Views: 163