PARIGI MOUTONG, Moderatnews.id – Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menegaskan bahwa Program 9 BERANI di Sulawesi Tengah kini telah menunjukkan hasil nyata, tidak lagi sekadar potensi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum koordinasi yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/), di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong.
Kegiatan ini dihadiri jajaran BAPPEDA kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, Dinas Pendidikan Provinsi, perwakilan Bank Pembangunan Daerah (BPD), pelaku usaha, serta petani, termasuk petani durian sukses dari Desa Burangan, Kecamatan Ampibabo.
Faradiba menegaskan, kehadirannya mewakili dunia usaha yang telah bergerak langsung di lapangan. Hari ini kita tidak lagi bicara potensi, tapi hasil. Parigi Moutong sudah menembus pasar ekspor durian dunia,” tegasnya.
Ia menjelaskan, KADIN berperan sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan dunia usaha, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa melalui visi 1 Rumah 1 Pengusaha.
Sektor durian menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Tahun sebelumnya, Sulawesi Tengah mencatat ekspor sekitar 40.000 ton durian ke pasar internasional, khususnya Tiongkok.
“Produksi ini didukung sekitar 4.000 hektare kebun durian dengan lebih dari 400.000 pohon produktif dan 30 unit packing house. Durian hari ini bukan sekadar buah, tetapi instrumen ekonomi desa,” ujarnya.
Dampak ekonomi sektor ini pun signifikan. KADIN Parigi Moutong menargetkan perputaran dana dari pasar Tiongkok mencapai Rp3 triliun tahun ini, meningkat dari target sebelumnya Rp1 triliun.
Namun demikian, ia menyoroti belum optimalnya kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat belum adanya regulasi tata niaga yang kuat. Potensinya besar, tapi regulasi belum mengikat secara maksimal, katanya.
Faradiba menegaskan, keberhasilan ini merupakan implementasi nyata Program 9 BERANI, baik dari sektor hulu melalui perluasan kebun dan pembinaan petani, maupun sektor hilir melalui penguatan pengolahan dan akses pasar global.
“Hulu sudah bergerak, hilir berjalan, pasar terbuka. Ini bukti Program BERANI hidup di Parigi Moutong,” tegasnya.
Ke depan, ia mendorong dukungan pemerintah dalam memperkuat regulasi, infrastruktur logistik, serta iklim investasi. Dunia usaha siap berlari, pemerintah perlu membuka jalannya, ujarnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama bagi kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah untuk mendorong investasi daerah.
Laporan : Deni













