banner 728x250

Jembatan Tolai–Tolai Timur Membahayakan, Akses Warga Dialihkan

Kondisi jembatan penghubung Desa Tolai dan Desa Tolai Timur, Kecamatan Torue, Parigi Moutong, yang dipasangi pembatas sementara sebagai langkah antisipasi keselamatan warga. Akses kendaraan untuk sementara dialihkan melalui jalan irigasi. Foti : Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Kondisi jembatan penghubung Desa Tolai dan Desa Tolai Timur, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memprihatinkan. Jembatan tersebut dilaporkan mengalami keretakan pada bagian abutment atau sayap kiri, disertai kemiringan pada badan jembatan setelah terdampak gempa bumi yang terjadi pada Juni 2026.


Kondisi itu diungkapkan Kepala Desa Tolai, I Made Gede Dipayana, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, kerusakan jembatan menjadi perhatian serius karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat, termasuk warga dari sejumlah desa di Kecamatan Balinggi.


“Untuk sementara kami bersama Pemerintah Desa Tolai Timur mengalihkan kendaraan dan warga melalui jalan alternatif. Ini dilakukan karena kondisi abutment di sayap kiri sudah mengalami retak dan badan jembatan terlihat miring,” ujar I Made Gede Dipayana.

Ia menjelaskan, pengalihan akses dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan maupun korban jiwa. Meski demikian, jembatan tersebut masih memiliki peran penting sebagai jalur penghubung masyarakat antara Desa Tolai dan Desa Tolai Timur.


“Jembatan ini merupakan akses vital masyarakat setempat. Warga dari desa-desa di Kecamatan Balinggi juga menggunakan jalur ini,” katanya.


Dipayana mengatakan, kondisi keretakan jembatan sebelumnya telah dilaporkan kepada pemerintah daerah. Bahkan, jembatan tersebut disebut telah mendapat peninjauan setelah mengalami kerusakan akibat gempa.


Namun, hingga kini pemerintah desa bersama masyarakat masih menunggu tindak lanjut penanganan dari pemerintah daerah dan instansi teknis terkait.


“Kami bersama Pemerintah Desa Tolai Timur dan warga, termasuk masyarakat yang ada di Kecamatan Balinggi, berharap jembatan ini segera mendapat perhatian. Jangan sampai menunggu ada korban baru kemudian dilakukan penanganan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Tolai bersama pihak terkait memasang palang di sekitar lokasi jembatan untuk mencegah warga tetap melintas menggunakan jalur yang kondisinya dikhawatirkan membahayakan. Untuk sementara, akses masyarakat dialihkan melalui jalan irigasi sebagai jalur alternatif.


Pemerintah desa berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan, terutama mengingat jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat dan penghubung antarwilayah.


Penanganan dinilai perlu segera dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut, pungkasnya.

Deni

Total Views: 625

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *