Isu Jatah Pengawas Mencuat, Pengawas SPBU Kampal Beri Klarifikasi

Suasana SBPU Kampal saat melayani kendaraan. Foto : Deni

PARIGI MOUTONG, ModeratNews.id – Di tengah ramainya sorotan terhadap distribusi BBM bersubsidi, muncul informasi yang menyebut adanya dugaan jatah bagi pengawas di SPBU Kampal. Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.

Informasi tersebut perlu diverifikasi agar tidak berkembang menjadi isu liar di tengah masyarakat. Pihak SPBU Kampal pun memberikan klarifikasi terkait kabar tersebut.

Pengawas SPBU Kampal, Rivai, membantah adanya jatah khusus bagi pengawas sebagaimana informasi yang beredar.

Menurutnya, BBM bersubsidi yang disalurkan di SPBU Kampal diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, khususnya petani dan nelayan yang memiliki barcode resmi dari dinas terkait.

“Tidak benar itu. Yang ada untuk petani dan nelayan. Kalau ada nelayan dan petani yang tidak bisa akses karena banyaknya antrean, itu kita peruntukkan untuk mereka demi mempermudah petani dan nelayan,” ujar Rivai. Rabu (9/9/2026).

Rivai juga menjelaskan bahwa jika berbicara mengenai jumlah lima galon, hal tersebut memang ada dalam mekanisme pelayanan, namun BBM tersebut bukan untuk kepentingan pengawas.

“Kalau lima galon baru betul. Itupun larinya langsung ke petani atau nelayan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pengaturan tersebut dilakukan untuk mempermudah petani dan nelayan mendapatkan BBM bersubsidi, terutama ketika mereka terkendala panjangnya antrean.

Rivai juga meminta petani maupun nelayan yang merasa belum mendapatkan BBM bersubsidi agar menghubungi pihak SPBU.

“Kalau ada petani dan nelayan yang merasa tidak dapat, silakan hubungi kami di SPBU. Yang penting punya barcode dari dinas,” katanya.

Klarifikasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa informasi mengenai jatah pengawas perlu dilihat secara hati-hati dan tidak langsung dianggap sebagai fakta sebelum terdapat bukti maupun keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap distribusi BBM subsidi, transparansi mekanisme pengisian dan ketepatan sasaran menjadi penting agar hak petani dan nelayan tidak terabaikan.

Deni

Total Views: 828
Exit mobile version